Dirjen PHU – Tingkatkan Pelayanan Jamaah Haji

Mataram _Mengusung tema “Melalui Bimbingan Pra Manasik Haji, Akan Terbentuk Jamaah Haji Mandiri dan Mabrur” menjadikan bimbingan Pra Manasik Jamaah Haji se Nusa Tenggara Barat Tahun 1441 H/2020 M sangatlah penting untuk dilaksanakan, apalagi dalam kegiatan ini akan disampaikan semua informasi tentang perkembangan serta kebijakan-kebijakan haji, khususnya yang berkaitan dengan hak-hak jamaah, kewajiban dan larangan yang harus dihindari oleh jamaah haji baik di tanah air maupun di tanah suci Makkah.

Salah satu pemateri dari 4 (empat) pemateri dalam kegiatan bimbingan pra manasik kepada jamaah haji yang diestimasi berangkat pada tahun 2020 adalah Direktorat Jenderal Penyelenggaraaan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Prof. Dr. Nizar, M.Ag juga hadir untuk memaparkan materinya kepada 50 peserta bimbingan Pra Manasik bagi Jamaah Haji yang diestimasi berangkat tahun 2020 hari ini (Sabtu, 14-12-2019) di Hotel Puri Indah Mataram.

“Perlu disyukuri terutama apresiasi dari masyarakat dan pemerintah Arab Saudi, terutama kepada Kementerian Agama terkait Indeks Kepuasan Jamaah Haji yang sangat memuaskan, dan puncaknya itu pada tahun 2019 kemarin”, ucap Dirjen PHU Kemenag RI Prof. Dr. Nizar, M.Ag mengawali paparan materinya.

Lanjut Nizar menyampaikan bahwa masih banyak layanan-layanan lain yang juga menjadi unsur penilaian masyarakat dan pemerintah, namun walaupun demikian masih ada permasalahan-permasalahan kecil yang timbul di permukaan, hal inilah yang harus kita evaluasi dan mencarikan solusi untuk perbaikan kedepannya, “Salah satu tambahan layanan di tahun 2020 ini adalah tambahan jumlah makan jamaah menjadi 50 kali makan dari 40 kali makan di tahun 2019 kemarin, termasuk pelayanan tentang kemandirian jamaah dari 3 (tiga) pelayanan sebelumnya”, ucap Nizar dalam pemaparan materinya.

Diakui dengan pelayanan tentang kemandirian jamaah ini dimaksudkan adalah tentang pengetahuan jamaah haji akan manasiknya, sehingga diharapkan bagi seluruh jamaah haji sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci Makkah dapat memahami dengan baik seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah hajinya dengan benar sehingga nantinya akan membawa pulang predikat haji yang mabrur, ungkap Nizar.

Yang paling penting menurut Nizar adalah dimudahkannya pengurusan administrasi bagi jamaah haji untuk pelimpahan porsinya yang dapat diselesaikan cukup sampai di tingkat Kanwil Provinsi seperti (1)_Jemaah haji berhak melimpahkan nomer porsi kepada suami. Istri, ayah, ibu, anak kandung, atau saudara kandung yang ditunjuk dan atau disepakati secara tertulis oleh keluarga dengan alasan meninggal dunia atau sakit permanen menurut keterangan kesehatan jamaah haji, (2)_Pelimpahan porsi berlaku hanya untuk satu kali pelimpahan, dan yang ke (3)_adalah ketentuan mengenai tata cara pelimpahan porsi diatur dengan Peraturan Menteri. (miq olqh)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru