Perempuan NTB Berani Bangun Kemandirian Ekonomi

Provinsi NTB khususnya di Pulau Lombok terdapat 3,16 juta orang atau 19% dari seluruh populasi adalah pelaku usaha. Ini merupakan potensi yang harus terus didorong dan didampingi. Pelaku usaha ini juga, terdiri dari perempuan-perempuan yang berani, berkarya dan bermanfaat.


Hal ini di akui oleh Ketua Dekranasda NTB Dr. Hj. Niken Saptarini Widyawati, SE., M.Sc pada acara Pro-Woman, untuk akselerasi perempuan-perempuan entrepreneur dalam menjalankan usaha-usaha skala kecil dan menengah, yang di gagas Rumah Energi, Plus dan Found Foundation, Selasa (10/12/2019) di Lombok Astoria Kota Mataram NTB.

Harus di akui Perempuan enterpreuner dan pengusaha-pengusaha di NTB dengan modal keberanian dan ilmu pengetahuan yang pas-pasan, tetap terus berusaha mengembangkan produknya, baik itu UKM, IKM maupung pengusaha

Sehingga Ketua Dekranasda NTB meminta kepada lembaga terkait, untuk memanfaatkan keberanian perempuan-perempuan NTB dalam memajukan ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar lingkungannya terus memberikan pelatihan-pelatihan tentang berwisausaha. "Modal berani buka usaha dan sedikit ilmu harus di dukung dengan pelatihan dan pemasaran yang jelas sehingga perempuan-perempuan ini mengerti bagaimana membuka usaha dan memasarkannya," harap Ketua TP.PKK Provinsi NTB ini.


Ia juga memuji dan memotivasi perempuan-perempuan ini, sekolah tinggi dibidang ekonomi belum tentu punya bisnis dan usaha yang maju. Namun para perempuan yang hadir di Pro-Woman ini berani memiliki usaha dan produk. Akan tetapi Niken menegaskan tetap perlu ada pendampingan baik dari segi ilmu pengetahuan, modal maupun pemasarannya. Sehingga mereka punya langkah dan kemajuan yang jelas usahanya. "Nah ini tugas Dinas DP3AP2KB Provinsi NTB dan Rumah Energi," ucap istri Gubernur NTB ini.

Senada dengan Bunda Paud NTB ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB NTB Ir. Andi Pramaria, M.Si menjelaskan Dinas yang dipimpinnya memiliki program prioritas untuk pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan. "Sangat tepat acara ini," tutur Andi.

Menurut Andi, Pembedayaan Perempuan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan. Kunci semuanya adalah pasar. Produk kita tidak akan bisa berkembang kalau tidak memiliki pangsa pasar. " Intinya ada pelatihan, ada bantuan alat , modal, pendampingan dan bagaimana mengembangkan akses pasar," jelas mantan Kadis Perindustrian ini.

Oleh karena itu, harapannya kegiatan ini tidak hanya pelatihan atau motifasi terhadap perempuan entrepreneur dalam menjalankan usaha-usaha skala kecil dan menengah saja. Namun Andi berharap, Rumah Energi, Plus dan Found Foundation sebagai lembaga pemrakarsa kegiatan ini, ikut serta membangun jaringan pemasaran bagi penjualan produk dari usaha perempuan entrepreneur ini. " Semoga kegiatan ini berguna bagi ibu-ibu dan keluarganya dalam membangun usaha demi kemajuan ekonomi keluarga dan masyarakat," tutup Andi di depan perempuan-perempuan pemilik UMKM se Pulau Lombok ini.


Direktur Eksekutif Yayasan Rumah Energi Rebekka S. Angelyn menjelaskan sebanyak 47 pelaku usaha perempuan di Lombok telah selesai mengikuti program Pro-Women. Kegiatan ini berkontribusi meningkatkan kesejahteraan dan pengentasan kemiskininan melalui pemberdayaan dan pendampingan langsung.

Menurutnya, hasil memuaskan dari program Pro-Women adalah 93,6% dari seluruh peserta telah melakukan manajemen dan operasional bisnis yang lebih baik dibandingkan dengan sebelum bergabung.

"Program Pro-Women bermaksud memberikan kontribusi pada peningkatan kesejahteraan dan pengurangan kemiskinan dengan memberdayakan perempuan pelaku usaha di Pulau Lombok," jelas Rebekka S. Angelyn.

Program Pro-Women memberikan pendampingan dalam menghasilkan metode peningkatan usaha yang dapat direplikasi, membangun jaringan bisnis sebagai pusat informasi pelaku usaha di Indonesia, dan meningkatkan kapasitas dalam Manajemen Usaha, Jaringan, Pemasaran. (IE)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru