Generasi Muda Harus Miliki Militansi Menuju NTB Gemilang


KM. Sukamulia - Di dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Kesbangpol NTB (H. L. Syafi'i) pada kegiatan Seminar Nasional, Pelantikan dan Rakerwil Forum Bela Negara NTB, Gubernur NTB (Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc) berpesan kepada seluruh generasi muda NTB dan Kader Bela Negara NTB supaya memiliki militansi yang kuat demi terwujudnya masyarak yang sejahtera dan bermatabat menuju NTB Gemilang.

Gubernur NTB tidak dapat menghadiri kegiatan Seminar Nasional, Pelantikan dan Rakerwil Forum Bela Negara NTB yang diselenggarakan di Hotel Lombok Raya (30/07/2019) dikarenakan beliau harus menyelesaikan agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan. Namun demikian, beliau menitip sambutan tertulis atas nama Gubernur NTB yang dibacakan perwalian yang dimandatkan, yakni kepala Kesbangpol NTB.

Pada awal sambutan tertulis itu beliau menyampaikan salam hormat dan permohonan maaf atas ketidak hadiran beliau di tengah-tengah acara yang dihadiri oleh Kemenhan RI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Ketua Umum DPP Forum Bela Negara RI, Pengurus DPW FBN NTB, Pengurus DPC FBN se-NTB dan 800-an tamu undangan yang berasal dari perwakilan berbagai lapisan masyarakat dari seluruh wilayah NTB itu.

Sambutan tertulis itu berisi motivasi kepada Kader Bela Negara NTB dan generasi muda NTB serta seluruh peserta kegiatan tersebut. Salah satu poin terpenting dari isi sambutan tertulis itu adalah semua elemen masyarakat berkewajiban menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan serta mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan daerahnya.

"Konsep Bela Negara harus terus dikembangkan dan disosialisasikan kepada seluruh masyarakat Repulik Indonesia. Saat ini tantangan yang dihadapi masyarakat Republik Indonsia kemajuan di bidang teknologi informasi dengan kebetadaan media sosial (medsos) yang memiliki banyak danpak positif, namun juga menimbulkan danpak negatif yang luar biasa dan berbahaya, seperti; hox (berita bohong), adu domba yang menjadi fenomena yang sangat luar biasa yang jelas-jelas bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa".

"Hox dan fitnah dapat menimbulkan perpecahan, untuk itu generasi muda harus bisa menyadari garda terdepan dalam melawan serangan-serangan ini semua".

Lebih lanjut, pada sambutan tersebut Gubernur NTB memaparkan bahwa Bela Negara bukan hanya berarti membantu negara dalam mengangkat senjata (perang), namun Bela Negara adalah segala kegiatan yang bersifat membantu membangun negara dalam berbagai aspek, terutama mencegah dan mengawasi segala hal dan sikap yang dapat memecah kesatuan bangsa. Artinya, generasi muda harus mengembangkan militansi demi terwujudnya kesatuan bangsa.

Di ahir sambutan tersebut, Gubernur NTB berpesan kepada Forum Bela Negara NTB dan segebap generasi muda NTB supaya terun mensosialisasikan sikap bela negara kepada masyarakat di sekitarnya. 

Diharapkan juga supaya FBN NTB harus memiliki sikap militansi yang kuat dan mewujudkan masyarakat sejahtera dan bermartabat menuju NTB Gemilang, terutama dengan memerangi hox dan segala sikap yang dapat memecah persatuan bangsa.
_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru