Kampung Media Di Arus Milenial

Kampung Media. Program inovasi pelayanan public pemerintah provinsi NTB itu kembali mendapat penghargaan nasional. Dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019, Kampung Media meraih penghargaan khusus karena telah mewakili Indonesia saat lomba pelayanan public dunia di Azerbaijan. Penghargaan itu diraih Kampung Media setelah menjadi salah satu dari 21 inovasi yang mewakili indonesia sebagai peserta United Nation Public Service Award (UNPSA) kategori Promoting Digital Transformation in Public Sector Institutions di Azerbaijan pada Juni 2019 yang lalu.

Sebagai inovasi pelayanan public. Kampung Media telah lama memiliki DNA Milenial. Seperti dikatakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin, terobosan yang lahir dari Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019 ini tidak hanya fokus pada penerapan sistem informasi, tetapi banyak juga bergerak dalam pemberdayaan masyarakat, mengakomodir kearifan lokal, serta kolaborasi dengan kaum muda atau milenial. “Orientasinya bukan lagi sekedar untuk menjembatani kehadiran program pemerintah, tetapi juga mengakomodir kebutuhan dan kecenderungan karakter, budaya, dan ‘DNA millenial’, yaitu pelayanan yang semakin cepat, mudah dan aksessibilitas tinggi,” ujar Menteri Syafruddin.


Kepala Kampung Media Fairuz Abadi SH yang menerima langsung penghargaan dari Kementerian PanRB menyampaikan bahwa ini merupakan prestasi yang diperoleh anak-anak kampung yang berada di pelosok dasan dan dusun yang telah berjuang menyampaikan informasi kepada dunia.

“Kampung Media merupakan journalisme warga NTB. Menyampaikan informasi pembangunan yang inspiratif, inovatif dan kreatif serta pariwisata dan lain sebagainya dari kampung,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Informasi Komunikasi dan Publikasi Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Nusa Tenggara Barat.


Dalam perjalanannya sejak 2008, Kampung Media menjadi sarana pengembangan diri anggota komunitas di tempat masing masing untuk mengelola banyak hal. Mulai dari kompetensi hingga potensi warga, masyarakat dan lingkungan. Fairuz yang dikenal sebagai kepala kampung dikalangan anggota komunitas Kampung Media meyakini inovasi yang telah dibangun itu jika terus dikembangkan untuk melayani semakin banyak kebutuhan orang melampaui batas wilayah. Seperti juga pemanfaatan teknologi informasi, pelayanan public ala Kampung Media sejatinya adalah kegiatan warga.


Sebagian menjadi aktivis bagi warga lainnya untuk melayani warga lainnya. Untuk ini, Kampung Media telah melakukan perubahan milenial bahkan kepada warga masyarakat sendiri. Partisipasi public inilah yang mendorong lahirnya inovasi dari penyelenggara pelayanan public yang dicapai melalui penyebaran informasi yang merata di tengah masyarakat.


Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lebih tegas mengatakan ukuran keberhasilan pelayanan public adalah soal kepuasan masyarakat. Oleh karena itu, penyedia layanan public (pemerintah) kalau tak inovatif akan dihajar masarakat. Pada Top 99 ini, inovasi dari wilayah Jawa Tengah menjadi yang terbanyak. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melahirkan tiga inovasi. Sedangkan pemkab/pemkot yang berada di wilayah Jawa Tengah mengikutsertakan 22 inovasi dalam ajang bergengsi ini. Untuk itu,  Semarang dipilih menjadi tuan rumah pemberian penghargaan pada 18 Juli sebagai upaya mengenang disahkannya UU 25/2019 tentang Pelayanan Publik dan sedang diusulkan agar tanggal 18 Juli menjadi Hari Pelayanan Publik.


Ganjar juga secara khusus mengapresiasi keberadaan Kampung Media, karena pernah mengunjungi langsung kegiatan Kampung Media pada 2016 lalu.

“Secara khusus Pak Ganjar menyampaikan salam pada semua anggota komunitas Kampung Media karena pernah ke Lombok bertemu anak kampung yang tak kampungan,” kata pria yang akrab disapa Abu Macel ini.

Disamping ucapan selamat dari Gubernur Jawa Tengah, Fairus juga mendapat ucapan selamat dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Anggota Ombudsman Republik Indonesia Dadan Suparjo serta Mendagri Tjahjo Kumolo saat menghadiri malam anugerah 99Top Inovasi Nasional di Semarang 18 Juli 2019.

Menpan RB, Syafruddin dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejak tahun 2014, proposal yang diajukan untuk mengikuti  Inovasi Pelayanan Publik terus meningkat bahkan tahun ini ada 3.156 proposal inovasi yang diajukan secara online melalui Sistem Informasi Pelayanan Publik (Sinovik). Jumlah ini meningkat dari tahun 2018 yang mencapai 2.824 proposal inovasi. "Total sampai sekarang jumlahnya 13.214 inovasi publik," kata Syafruddin. (Edy/ JM-TM)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru