Pemprov NTB Canangkan PKO Untuk Peluang Ekonomi Warga NTB


KM. Sukamulia - Pasar Online dalam skup yang luas memungkinkan terjadinya hal-hal yang bersifat negatif dan merugikan masyarakat. Untuk itu, Pemprov NTB mencanangkan PKO (Pasar Kampung Online) sebagai solusi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan transaksi jual beli online yang sekaligus dihajatkan untuk meningkatkan peluang ekonomi masyarakat NTB.

"Saat ini penggunaan market palace atau Pasar Online di dunia sudah sangat besar dan terjadi persaingan yang sangat ketat. Untuk tergabung di market palace seperti Lazada, Beli-Belo.com, Gojek dan lainnya dibutuhkan persyaratan yang cukup berat sehingga tidak semua kalangan dapat menjangkau dan menggunakan aplikasi tersebut", tutur Fairuz Abadi.

Terkait dengan hal itu Dinas Kominfotik NTB dan Pemprov NTB mencoba agar nantinya tingkat perlindungan hukum, perlindungan terhadap warga Nusa Tenggara Barat yang melakukan transaksi jual beli di Pasar Online terkendali dan terlindungi dengan baik dengan mempersempit ruang transaksi online masyarakat NTB melalui market palace masyarakat NTB yang disebut Pasar Kampung Online (PKO).

Mengapa harus ada Pasar Kampung Online di NTB ? Hal itu penting jika dikaji dari aspek keamanan, kenyamanan dan keefektifan berteransaksi online warga NTB.

Landasan pemikiran dicanangkannya Program Pasar Kampung Online adalah berbelanja di star up besar menimbulkan kekhawatiran. Kekhawatiran itu terkait dengan soal waktu, benar atau tidak barang itu (pesanan) yang diterima, masakah revan (pengembalian) uang jika terjadi kesalahan transaksi.

"Jika kita bermain di level Nusa Tenggara Barat, lebih kecillah skup areanya sehingga kita mudah mengontrol transaksi online masyarakat NTB, sehingga jika terjadi penipuan maka kita cepat menemukan titik kordinat si penipu. Itulah landasan utama sehingga kami menganggap penting supaya NTB memuliki web atau laman daring Pasar Kampung Online untuk mempermudah dan menjamin keamanan transaksi jual beli online masyarakat NTB", papar sosok yang mulai didengungkan untuk maju ke Mataram 1 pada ajang Pemilihan Wali Kota Mataram periode mendatang.

Terkait dengan Pasar Kampung Online, Fairuz juga menjelaskan bahwa selama ini sebagian besar transaksi Pasar Online bersifat kebendaan, padahal melalui Pasar Online kita juga dapat menjual berbagai keterampilan masyarakat, misalnya; anak-anak ponpes dapat menawarkan jasa pembuatan kaligrsfi dan usaha kreatif lainnya. Dengan demikian, Pasar Kampung Online diharapkan dapat meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat NTB dengan pemanfaatan TIK untuk peluang ekonomi.

Lalu, bagaimana dan kapan Pasar Kampung Online di star up ? Terkait dengan hal itu, pihak Dinas Kominfotik NTB beserta Pemprov NTB sedang melakukan penyerapan informasi sebab membuat program instan adalah hal yang kurang baik. Dengan demikian, selama tahun 2019 ini Pemprov NTB melalui Kominfotik melaksanakan turing ke seluruh kabupaten di NTB untuk memberikan Pelatihan Pasar Kampung Online  kepada Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) dan warga Kampung Media NTB dengan tujuan mempersiapkan para pelaku dan pra star up program tersebut pada saat diloncing nanti.

Pemerintah provinsi NTB, insyallah akan mulai menstar up aplikasi Pasar Kampung Online pada tahun 2020 atau paling lambat pada tahun 2021. Dan aplikasi ini akan bersama-sama di halaman Kampung Media NTB sebab angka kunjungan Kampung Media sudah sangat tinggi, antara 25 hingga 30 ribu/hari.

Semoga program Pasar Kampung Online segera diliris sehingga masyarakat NTB memiliki laman daring sendiri sebagai tempat mereka bertransaksi jual beli online demi peningkatan tarap ekonomi dengan pemanfaatan TIK sehingga NTB semakin gemilang.

_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru