Dispora Lotim Mengunjungi Pemuda Pelopor

KM. Pohgading Timur – Sejak tanggal 22 April 2019 dewan juri beserta panitia pemuda pelopor Lombok timur melakukan kunjungan kepada peserta pemuda pelopor yang ada di kabupaten Lombok timur guna mengali informasi kepeloporan yang di geluti peserta pemuda pelpor yang sudah mendaftarkan dirinya melalui kecamatan maupun secara langsung ke kantor dispora Lombok timur.
Dewan juri yang bertugas sebagai penggali iniformasi terhadap peserta pemuda pelpor se kabupaten Lombok timur terdiri atas enam dewan juri dari berbagai instansi yang terkait dalam kepeloporan yang sudah di umumkan oleh mentri pemuda dan olahraga, adapun instansi yang terkait adalah dinas ketahanan pangan, dinas pertanian, dinas pendidikan dan kebudayaan, dinas kominfo, ketua forum komunikasi pemuda pelopor dan pemuda pelopor tahun 2017.
Pada tahun ini yang menjadi ketu dewan juri penggali informasi peserta pemuda pelopor yang di berikan SK oleh dinas pemuda olahraga kabupaten Lombok timur adalah dinas ketahanan pangan adalah Ir. Warliyantini, Badri selaku sekertaris pemuda pelopor tahun 2017 dan anggota Suhaeriah dari dinas komifo Lombok timur, syafii dari dinas pertanian Lombok timur dan lalu malik hidayat ketua forum komunikasi pemuda pelopor.
Kunjungan pertama tim dewan juri beserta panitia berkunjung ke salah satu pemuda yang ada di desa sembalun lawang kecamatan sembalun dengan inovasi membuat kotoran ternak sampi menjadi kompos, disni tim dewan juri menggali informasi terkait kegiatan yang dilakukan oleh Hariadi yang sudah lama sejak tahun 2015 sampai saat ini sudah memproduksi 100 ton/bulan untuk mememnuhi kebutuhan para petani yang ada di kecamatan sembalun walau belum memiliki hasil uji lab dari BPTB NTB.
Selesai di sembalun lawan kamipun langsung berajak ke desa madayin kecamatan sambelia kami bertemu dengan salah seorang pemuda yang berinovasi di bidang teknologi pengolahan data penduduk desa madayinkemantan sembalun. Pemuda desa ini bernama Satariya salah satu kaur kantor desa madayin yang membuat aplikasi yang serupa denga dapodik pada dina pendidikan bisa online maupun ofline di aplikasikan. 
Aplikasi buatan satariya ini sangat bagus akan tetapi belum bisa dimanfaatkan oleh orang lain karena satariya belum berani memberiukan kepada orang lain takutnya aplikasi yang di buatnya diklaim oleh orang lain. Inovasi yang di buat ini sangatlah bagus bisa membatu desa setempat memiliki data masyarakat dari yang baru lahir sampai yang sudah jompo bahkan data rumah korban gempa bumi yang meluluh lantahkan desa madayin lengkap ada di aplikasi yang di buatnya.
Kepala desa tidak kseulitan dalam mencari dan mendata ulang masyarakat yang ada di desa madayin. Satariya berharap setelah melakukan kunjungan penialaian, aplikasi yang di buat memiliki hak paten dan bisa digunakan oleh desa-desa yang lain bahkan instansi-instani yang lain tutupnya.
Pada hari kedua kami melakukan kunjungan ke desa sapit kecamatan suela disini kami menemukan beberapa anak muda yang sangat kreatif dalam membangun desa sapit yang sudah menjadi dewa wisata yang di ubah oleh para generasi muda salah satunya didik kurniawan yang mampu menggalakan budaya bebubus batu yang sudah sering di kunjungi oleh wisatawan luar negri maupun dalam negri, bahkan sekarang sudah menjadai sumber belajar bagi universitas gajah mada yang tertarik terhadap budaya lokal yang di kembangkan bersama melalu kepeloporan yang di gelutinya bidang sosial buadaya dan keagaan, selain didik ada Yayan Sopuantara yang memiliki berbagai ide memanfaatkan sumberdaya alam yang ada di desa sapit sehigga para wisatawan senang berkunjung ke desa sapit daiatara yang dipelopori oleh saudara Yayan Sopiantara adalah membuat beranekaragam sport foto menggunakan sumberdaya alam yang ada seperti Taman Langit, sadikala dan banyak yang lainya. 
Bukan hanya mereka berdua akan tetapi masih yang lainya yaitu Asabur Hidayat salah seorang pemuda sapit yang membuat lembaga pendidikan non formal berupa kursus bahasa inggris dan bahasa arab maklum riwayat pendidikanya asbur hidayat besar di pondok pesantern. Selain mendirikan kursus dua bahasa yang siswanya anak-anak SD dan SMP dia juga membuat lembaga pendidikan formal yaitu pendididikan anak usia dini. 
Setelah menjelaskan dan dewan juri menggali informasi terkait dengan kepeloporan yang digeluti para pemuda desa sapit mengajak dewan juri berkunjung ke tempat-tempat yang sudah mereka rintis baik di bidang sosial buday, bidang pendidkan dan pengelolaan sumberdaya alam yang sudah ada. 
Kegiatan mereka sering mendapat hujatan dan ejekan dari warga setempat akan tetapi para pemuda ini tetap bersemangat dalam membangun desa dengan masing-masing kepeloporanya. Adapun pengengembannya sudah di contoh oleh penggiat wiasata yang ada di sembalun maupun yang ada di Lombok utara.
Pada hari ketiga kami berkunjung ke desa montong baan selatan kami menemui dan menggali informasi terkait kepeloporan yang di geluti oleh saudara Muhammad Putrajab, pemuda ini saking gemarnya melakukan kegiatan dia melakukan semua kegiatan dari bersih-bersih lingkungan sekitar dengan memilah-milah sampah dari sampah oragnik sampai sampah yang tergolong B3. 
Bukan hanya ini kegiatan yang dilakukan melainkan berinovasi dari sampah organic dan anorganik yang sudah di pilih sesuai criteria jenis sampah. Sampah organic diolah menjadi pupuk kompos dan sampah plastic di jadikan pavin blok. dari semua kegiatan yang lakukan ini belum banyak yang mendapatkan manfaat yangdilakukan karena masih belum sampai satu tahun kegiatan keploporan yang dilakukan ini.
Selesai dari montong baan kami langsung ke dusun mujur desa lando. Disini kami menemukan pemuda yang sangat luar biasa yaitu Haerul Amri, karena dia mendirikan lembaga TPQ. TPQ yang didirikan bukan hanya untuk anak-anak seperti biasanya akan tetapi TPQ bagi pemuda yang ada dimujur timur selain pemuda orang tuapun di ajar mengaji seperti anak-anak tapi Amri bersama teman-temnya yang sudah bisa membaca Al-Qur’an di ajak untuk datang ke rumah-rumah untuk mengajar orang tua membaca Al-Qur’an. 
Kepeloporan yang dilakukan oleh Haerul Amri sudah dirasakan oleh warga sekampung sekarang kebiasaan minum-minum sudah berkurang dan orang tua yang ada di kampung halamnya sudah banyak bisa membaca Al-Qur’an.
Selanjutnya kami langsung ke desa wisata kembang kuning disini kami bertemu salah seorang pemuda desa yaitu musanip yang sangat antosias memberikan informasi kepada para penggiat wisata yang ada di kembang kuning untuk menggunakan aplikasi yang sudah ada agar home stay dan hotel yang ada di kawasan wisata kembang kuning bisa di sewa oleh tamu-tamu dari luar negri.
Pada hari keempat kami berkunjung ke Jrowaru disini kami menemukan pemuda yang tidak kalah dengan pemuda-pemuda yang sudah kami kunjungi yaitu M. Saepul Rizal. Pemuda yang satu ini penggerak literasi, dia sudah mengirim 8000 eksamplar buku dari yokyakarta ke seluruh perpustakaan-perpustakan di daerah-daerah terpencil yang ada di nusa tenggara barat ini.  Cara pengiriman buku sesuai kebutuhan perpustakan atau penggerak literasi yang ada di nusa tenggara barat ini. 
M Saepul Rizal membeli buku dari hasil kerjanya yaitu menjual tembakau di yokyakata  dan di Jakarta dari hasil penjualan tembakau inilah di membeli buku-buku yang di salurkan kepda sekolah-sekolah terpencil dan teman-teman penggerak literasi yang ada di nusa tenggara barat. Bukan ini saja dia juga mengajarkan kepada anak-anak yang di jrowaru khusus tempat tinggalnya membuat puisi isai dan novel. Cara pembelajaran yang dilakukan hampir sama cumin berbeda pada pendekatan-pendekatan pembalajaran yang sudah di pelajari dan diterapkan pada anak-anak yang sering berkunjung ke perpustakaan yang di buatnya.
Selesai dari jrowaru kami langsung mengunjungi pemuda desa yang ada di sakra timur yaitu Muazzin memiliki kepeloporan di bidang sosial budaya, dalam kepeloporanya muezzin memberikan paparan yang sangat luar biasa karena muezzin mampu mengubah prilaku pemuda yang ada di sakra timur tempat tinggalnya walau banyak ejekan ataupun cemoohan dari pemud-pemuda yang lain. Akan tetapi semnaganya tidak pudar demi mewujudkan kehidupan pemuda tanpa mabok-mabokan.
Pada hari kelima kami berkunjung ke desa kesik kami bertemu dengan pemuda yaitu Andre Kurniawan yang menghidupkan budaya lama yaitu alat music tradisional selain itu dia mengubah budaya para sekahnya yang biasanya pemabok menjadi tidak pemabok.
Selesai disini kami langsung ke lendang nangka kami bertemu dengan perempuan tangguh yaitu Reza Apriliani, dia membuat ingka dari sapu lidi sejak masih duduk di sekolah dasar sampai saat ini sudah sering membimbing anak-anak di sekolah dari tingkat sd smp dan sma bahkan yang umum. Disini kami menemukan keunikan dimana reza yang selalu meberikan pembelajaran pembuatan ingke tidak pernah mendapat juara akan tetapi anak smp yang diajarkan pernah meraih juara tingkat nasional mewakili sekolahnya. 
Inke yang di buat bermacam-macam ada tas dari lidi, tenunan dari lidi piring dari lidi, dia berinovasi sesuai kebutuhan di masa sekarang ini. Hasil prodak dari pengolahan sumberdaya alam ini sudah digunakan oleh banyak orang, baik untuk kelompok maupun perorangan. Saat ini dia bersama teman-temnya mendapat pesanan 1000 biji piring dari lidi ini dan ini bukan yang pertama bahkan sering mendapat pesanan yang membeludak ujarnya.
Kunjungan yang terakhir setelah kami dari lendang nangka kami langsung ke desa rempung disni kami bertemu sama pemuda yaitu M Irawadi. Pemuda ini mendirikan sekolah alam yang di beri nama Markonah.id disini banyak kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak yang putus sekolah maupun yang masih bersekolah. Bukan hanya yang anak-anak ankan tetapi pemuda dan orang tua bisa belajar membac di markonah.id
Selain sekolah alam kursus bahasa inggris dilakukan disini geratis bagi anak yati piau sedangkan bagi yang mampu membayar uang pendaftaran sekitar 70.000 saja samapai mendapatkan sertifikat mahir berbahasa inggris adapun tutor yang digunakan adalah orang luar yang memang mahir berbahasa inggris. 
Dari kujungan yang kami lakukan aka nada lima pemuda yang akan di ajukan ke dispora provinsi untuk mewakili pemuda pelopor kabupaten di tingkat provinsi yang akan di kunjungi nanti tanggal 10 juni 2019, dan jika pemuda pelopor yang kami ajukan ke tingkat provinsi bisa mewakili provinsi dan akan diajukan lagi ke tingkat nasional untuk di verifikasi dan kunjungi oleh tim penilai dari kementrian pemuda olahra.
By: Badri_asa

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru