Inspiratif Expo, Genderang Keterbukaan Informasi

Di era informasi, sukar menentukan kesahihan sebuah pesan. Bak perang terbuka, semua orang merasa berhak menjadi panglima atas ekspresi kebebasan berpendapat namun sedikit yang pandai menabuh dengan irama semangat melawan tirani sesat ketidaktahuan atau ikut dalam barisan pembela integritas kebebasan berpendapat dan keterbukaan informasi.  Inspiratif Expo (IE), sebuah kegiatan penyebarluasan informasi, gelar inovasi Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam hal penyebarluasan informasi. Baru baru ini Diskominfotik NTB mendapatkan penghargaan dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia NTB pada upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan yang ke-55, Mataram (27/4).

Kepala Kanwil Kumham NTB, Drs Andi Dahrif Rafied mengatakan, penghargaan diberikan sebagai wujud apresiasi kepada instansi pemerintah maupun individu pegawai lapas yang ikut berpartisipasi dalam menyebarluaskan hal-hal yang positif. Penghargaan bagi Diskominfotik itu untuk dukungan dan promosi hasil karya warga binaan pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuam Kelas III Mataram.

Ardi (27) seorang pegawai swasta mengatakan baru mengetahui informasi tentang keberadaan Lapas Perempuan di Mataram. Begitupula dengan Amira (30) yang mengaku antusias dengan penjelasan Kepala Lapas Perempuan tentang program pembinaan warga binaan perempuan dengan hasil kerajinannya dan “perkenalannya” dengan salah seorang warga asing yang menjadi penghuni Lapas. Keduanya pengunjung Inspiratif Expo yang saat itu diisi oleh tim Lapas Perempuan Kelas III Mataram. Meski secara tak sengaja, keduanya tertarik mengikuti Inspiratif Expo karena melihat beberapa sipir wanita berseragam melakukan flash mob (tarian massal) bersama pegawai Lapas lain di jalan Udayana yang ramai di depan panggung Inspiratif Expo.

Saban akhir pekan, ajang Car Free Day (CFD) jalan Udayana setiap hari Minggu dipenuhi warga masyarakat untuk berolahraga atau sekadar jalan jalan. Sebagai media sosialisasi, Indsiratif Expo berhasil mengantarkan pesan apa dan bagaimana kerja organisasi perangkat daerah (OPD) dan lembaga lembaga pemerintah yang ikut menjadi pengisi acara. Para penyelenggara pelayanan publik ini memang diharapkan memanfaatkan Inspiratif Expo untuk mengatasi jarak antara warga dan pemerintah untuk mengisi ruang kosong pengetahuan warga tentang kerja pemerintah, selain yang telah diprogramkan sendiri oleh OPD bersangkutan dalam penggunaan anggaran mereka. Karena gelaran IE yang rutin pada setiap hari Minggunya dengan menyasar pengunjung CFD yang selalu ramai oleh warga, kesenjangan informasi atas kecenderungan warga mengkonsumsi media sosial daring dan keterbatasan OPD melakukan sosialisasi menjadi medan pertempuran yang fair dan seimbang.

"Kita tetap berupaya menjadi lembaga yang terus menyampaikan informasi bermanfaat," ucap Kepala Dinas Kominfotik NTB, Drs. Tri Budipraytno.

Dalam mengemban amanat bangsa, Ia selalu menegaskan kepada bawahannya agar tetap ikhlas dalam bekerja. Rezeki dan niat baik akan selalu mengikuti setiap langkah yang diperjuangkan untuk banyak orang.

"Yaa,,,Kita tetap ikhlas dalam bekerja, sebab keberuntungan pasti mengikuti," tuturnya.

Sejak digelar pertamakali pada 2017 lalu, Inspiratif Expo (IE) memang menjadi kegiatan rutin Dinas Kominfotik NTB. Keberhasilan itu dapat dinilai dari antusias warga pengunjung CFD Udayana mengikuti IE, para pengisi acara yang selalu padat maupun komitmen Bidang IKP (Informasi, Komunikasi dan Publikasi) Dinas Kominfotik NTB. Dimulai dengan anggaran penyelenggaraan yang terbatas, Bidang IKP dan staf dengan dukungan Tim Media Dinas Kominfotik NTB berhasil membuktikan kesungguhan itu dengan bekerja bahkan di akhir pekan dengan rutinitas yang menuntut tidak saja kerja keras namun kreatifitas dan inovasi tinggi agar IE tetap menampilkan sesuatu yang baru.
Konsep sarat pesan dan hiburan mungkin saja sesuatu yang biasa jika dikerjakan untuk sebuah gelaran momental. Namun konsistensi membutuhkan komitmen kuat. Sebagai motivasi, ada banyak peran yang dapat diambil tim IE untuk memastikan pelayanan publik dalam hal menyampaikan informasi bermanfaat meski satu kalimat.

Fairuz Abadi, Ketua Bidang IKP Dinas Kominfotik meyakini, sebuah program harus lebih dulu memperlihatkan hasil yang baik untuk didukung. Bukan memperoleh anggaran yang baik terlebih dahulu untuk mendapatkan keberhasilan.

“Semestinya setiap orang harus menunjukkan hasil kerja yang baik dahulu baru berharap apresiasi. Termasuk apresiasi dalam hal penghargaan uang maupun nilai kompetensi”, ujar Fairuz.
Telah banyak pula para pengisi acara IE yang mengaku beruntung dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan pemerintah daerah tanpa harus mengeluarkan anggaran untuk sosialisasi sendiri dalam bentuk event dan berharap dapat menjangkau lebih banyak warga masyarakat. Misalnya saja, Camat Unter Iwes, Evi Supiati yang datang bersama timnya untuk memperkenalkan produk andalan daerahnya. Atau beberapa UKM yang memanfaatkan promosi gratis dengan harapan mendapat dukungan warga masyarakat agar menggunakan produk lokal maupun dukungan pemerintah sendiri.
Inovasi, kreasi dan sinergi adalah kunci membuka referensi informasi agar tak tersesat di rimba kekinian. (jm – tim media).

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru