KPPS Ntobo Usulkan Aturan Jam Istrahat

kim oi talaga, Berdasarkan informasi yang beredar, tercatat  109 petugas KPPS meninggal dunia akibat kelelahan saat bertugas di TPS. Hal ini sangat ironis bagi petugas KPPS sebagai penyelenggara pemilu justru membawa korban. 

Berdasarkan pernyataan ketua KPPS 07 kelurahan Ntobo kecematan Raba Kota Bima bapak Herman Evendi selasa (23/04/2019) bahwa" Beban kerja KPPS pada pemilu 2019 ini di luar kemampuan manusia,kenapa saya mengatakan demikian karna seluruh anggota KPPS hampir tidak ada jam istrahat, kami bekerja mulai tanggal 16 sampai 18 April, saya sendiri sudah 3 hari tidak pernah melihat keluarga karna bekerja terus di TPS. Malamnya kami tidak tidur karena kami harus mengisi berbagai formulir yang jumlahnya cukup banyak. Ucapnya

Hasil pantauan pasca pemilu 2019 di lapangan,KPPS kelurahan Ntobo hampir seluruhnya mengaku kelelahan dan Anemia karna sangat sedikit jam istrahat ketika di TPS. Itupun jam istrahat juga masih mereka gunakan untuk mengisi formulir di TPS yang masih kosong. Hal ini sangat memprihatinkan bagi kesehatan penyelenggara pemilu. 

Seluruh KPPS kelurahan Ntobo berharap" agar pemilu mendatang KPU dapat merevisi aturan berkaitan dengan beban kerja KPPS. Mulai dari jam istrahat yang cukup serta honor yang sesuai dengan beban kerja. 

Lebih lanjut ketua KPPS 07 memberikan keterangan bahwa" harapan saya kedepan, agar KPU dapat membuat aturan terkait dengan jam istrahat petugas KPPS. Mulai dari jam istrahat setelah pemungutan suara, jam tidur untuk memulihkan tenaga bagi KPPS ya minamal 4 jam lah waktu untuk tidur, dan yang penting adalah waktu makan bagi KPPS, karena pada pemilu ini waktu makan hampir tidak ada bagi kami KPPS, kalau KPU tidak membuat aturan mengenai jam istrahat ,menurut saya akan ada banyak lagi korban jiwa dari petugas KPPS apa lagi pemilu mendatang beban kerja akan bertambah. bebernya

Lanjut" oleh karena itu KPU harus melakukan Evaluasi terhadap aturan yang berkaitan dengan jam istrahat serta beban kerja petugas KPPS pada pemilu mendatang (2024) sehingga tidak akan ada lagi korban jiwa yang menimpa petugas KPPS. ARIFIN

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru