Pasien Apresiasi Pelayanan RSUD Asy Syifa.

Sumbawa Barat. Diskominfo - Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy Syifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) setiap hari mengalami peningkatan. Kondisi  tersebut terlihat dan dirasakan pada pelayanan yang diberikan oleh para perawat dan Dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) Kamis dini hari (4/4/2019).

Perawat dan Dokter jaga dengan keikhlasan dan kesungguhan melayani seorang pasien pria dengan keluhan sakit perut, yang datang pada pukul 03.00 Wita di ruang IGD. Pasien mengaku menderita sakit perut yang tak tertahankan. Saat itu, ada beberapa pasien sehingga tim medis juga memberikan pelayanan dan merawat pasien lainnya.

Pelayanan cepat dan tanggap dini hari yang dirasakan oleh istri pasien, Wiwin sangat merasakan terlayani dengan baik. Oleh karenanya, keluhan suaminya berangsur membaik dan sembuh setelah diberikan obat.

“Saya berterima kasih kepada pelayanan cepat oleh para perawat di sini yang langsung menangani suami saya ketika suami saya sangat kesakitan dan alhamdulillah setelah ditangani dan dikasih suntikan obat suami saya berangsur sembuh”. Ungkap Wiwin.

Wiwin menceritakan, bahwa suaminya menahan sakit perut selama kurang lebih 6 jam. Awalnya sudah berusaha minum obat sakit perut, tetapi tidak ada tanda kesembuhan. Akhirnya memutuskan membawa suaminya ke RSUD. Wiwin berharap, pelayanan RSUD Asy Syifa kedepannya semakin maksimal yang didukung peralatan  lengkap. Hal ini merupakan harapan semua warga dan masyarakat KSB agar tidak perlu lagi melakukan dirujuk dan berobat ke luar daerah.

Selain Wiwin dan suaminya, hal yang sama dirasakan juga oleh keluarga pasien lainnya yang tidak mau disebutkan namanya. Saat itu (dini hari) juga sedang menunggu keluarganya yang sakit, Ia mengungkapkan pelayanan yang baik dirasakan oleh perawat dan dokter jaga selama keluarganya dirawat di IGD.

Sementara itu, di waktu yang berbeda, Direktur RSUD Asy Syifa, dr. Carlof mengucapkan terima kasih atas apresiasi warga untuk RSUD Asy Syifa. Beliau sangat ingin memberikan pelayanan yang cepat dan maksimal kepada masyarakat KSB,  namun ada beberapa kendala yang masih dirasakan kurang sehingga pelayanan kesehatan belum terlalu maksimal.

“Kendala besar yang dihadapi saat ini adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih terbatas terutama SDM dokter dan tenaga penunjang seperti analis laboratorium, radiografer, rekam medis, dan sebagainya.” Kata dr. Carlof, saat ditemui di ruang kerjanya, kamis (4/4/2019).

Selain SDM, kekurangannya adalah bangunan Rumah Sakit yang belum rampung. Hal ini berbanding terbalik dengan intensitas pelayanan yang semakin meningkat. Terakhir yaitu Kurangnya ketersediaan darah untuk melayani kebutuhan masyarakat dan warga KSB.

Lebih jauh dr. Carlof mengungkapkan, bahwa ada beberapa target yang akan menjadi prioritas pada tahun ini. Peningkatan status akreditasi Rumah Sakit sehingga dapat memberikan jaminan mutu pelayanan dan keselamatan pasien pada setiap pelayanan yang diberikan. Kemudian, secara terus-menerus menambah jenis layanan tiap tahunnya agar angka rujukan semakin berkurang. Target ini untuk memenuhi kebutuhan kesehatan seluruh masyarakat terkait pengobatan setiap keluhan dan  penyakit yang diderita dapat tuntas dilakukan di RSUD Asy Syifa. (feryal/tifa/Syaiful)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru