Industri Daur Ulang Bantu Sukseskan Zero Waste

Untuk mendukung program NTB Zero Waste 2023, Pemerintah Provinsi NTB berencana menghadirkan industri daur ulang plastik. Kehadiran industri daur ulang, akan menciptakan lapangan kerja baru dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

"Sampah plastik akan mempunyai nilai ekonomi di masyarakat," kata Wakil Gubernur NTB Hj.Sitti Rohmi Djalillah  saat menerima kunjungan Ketua Asosiasi Pengusaha Daur Ulang Plastik Indonesia (APDUPI) di Ruang Kerjanya.

Menurut Wagub, adanya industri daur ulang memantik masyarakat memilah dan memilih sampah di rumah. Karena sampah non organik akan menghasilkan uang.


"Disinilah peran bank sampah, sebagai tempat mengolah atau menampung sampah plastik, dikumpulkan dan kemudian dijual ke industri daur ulang," sebut Ummi Rohmi, Selasa (26/2).

Ketika masyarakat mengetahui keberadaan industri daur ulang, Maka sampah non organik seperti plastik akan dikumpulkan dan dijual ke bank sampah atau pengepul.

Ketua Asosiasi Pengusaha Daur Ulang Plastik Indonesia (APDUPI) Christine Halim menjelaskan pihaknya saat ini mampu mengelola sampah plastik hingga 80 ton per hari.

"Industri kami mengolah sampah plastik seperti kantong kresek, botol minuman dan  kemasan dari bahan plastik lainnya diolah melalui proses daur ulang,"

Chriestine  berharap dalam waktu dekat pemprov NTB membuat kebijakan dan mberikan dukungan kehadiran APDUPI. " Kami siap datang ke NTB, membantu persoalan sampah plastik," kata Chriestine. (Edy-Tim Media Diskominfotik NTB)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru