Operasi Katarak Gratis di KSB

Sumbawa Barat. Diskominfo - Mata adalah organ yang sangat vital pada manusia yang berfungsi untuk menangkap sumber informasi, ketika mata mengalami gangguan maka dapat dipastikan kehidupan pasti akan terganggu. Berdasarkan data global mengenai gangguan penglihatan yang dikeluarkan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO), saat ini diperkirakan sebanyak 180 juta orang di dunia mengalami gangguan penglihatan , 40-45 juta di antaranya buta, demikian kata ketua panitia Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis, Paryono, S.H., M.H., pada acara pembukaan Bakti Sosial Operasi Katarak gratis dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa ke 58, Hut Ikatan Adhyaksa Darmakarini ke 18 dan hari lahir KSB ke 15 yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Asyifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Rabu (25/7).

"Faktanya adalah 80 persen penyebab kebutaan dan gangguan penglihatan dapat dicegah atau ditangani, sedangkan 50 persen penyebab kebutaan tersebut disebabkan oleh katarak". Ungkap Paryono yang sekaligus menjadi Kejari Sumbawa.

Jumlah operasi yang masih terbatas, lanjutnya, membuat masih banyak penderita katarak yang belum bisa tertangani sehingga mengakibatkan bertambahnya angka kebutaan yang diakibatkan oleh penyakit katarak. Kasus kebutaan di NTB sendiri mencapai 4 persen, ini merupakan daerah kedua terbesar di indonesia setelah Jawa Timur yang mencapai kasus kebutaan sekitar 4,4 persen. Oleh karena itu Paryono berharap dengan adanya kegiatan ini bisa menekan tingkat kebutaan yang disebabkan oleh penyakit katarak khususnya di KSB.

Kegiatan ini kerjasama antara Kejaksaan Tinggi NTB, Kejari Sumbawa, Pemda KSB, PT AMNT, PT PLN. Bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu dan mengurangi angka kebutaan yang disebabkan oleh penyakit katarak. Adapaun tim kerja yang juga terlibat pada kegiatan bhakti sosial ini adalah  Sekretariat Daerah KSB, Dinas Kesehatan KSB, Rumah Sakit Mata Mataram, RSU Daerah KSB, ikatan Dokter indonesia dan persatuan perawat nasional indonesia.

Untuk mendeteksi dan menyeleksi para penderita Katarak pihak panitia sebelumnya telah melakukan screening awal di tingkat Puskesmas sejak tanggal 2 juli sampi 23 juli 2018 serta screening akhir pada tanggal 24 Juli yang dilakukan di RSU Asyifa dan sudah mulai juga dilakukan operasi katarak untuk 50 orang penderita katarak pada saat itu. "Pada hari ini juga akan dilanjutkan lagi operasi katarak sebanyak kurang lebih 100 orang. Adapun sasaran atau target jumlah peserta adalah 150 orang, namun daftar yang terkumpul yang telah melakukan screening adalah 289 orang dan yang sudah positif yang akan mengikuti oprasi adalah 148 orang." Ungkap Paryono.

Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kejari Sumbawa beserta jajarannya karena telah banyak membantu Pemerintah dan masyarakat KSB, "Kita sudah didampingi lewat Tim Pengawal dan Pengamanan  Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D) dari tahun 2014 sampai sekarang, Alhamdulillah belum ada yang dipidana akibat melakukan proyek di KSB, ini berkat pendampingan TP4D kejaksaan sumbawa." Tuturnya.

Menurutnya operasi katarak ini meskinya tanpa batas, Ia juga telah mengingatkan kepada Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSU Asyifa berapapun banyak yang mendaftar dan jika mememnuhi syarat untuk operasi maka harus dioperasi. Pemda juga berniat mengadakan operasi katarak seperti ini sekitar 2 atau 3 bulan mendatang.

Hadir pada acara tersebut Dandim 1628/Sumbawa Barat, Letkol Czi Eddy Oswaronto, ST., Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Mustofa S.IK MH., Kejari Sumbawa, Paryono, S.H., M.H., Kajati Prov NTB, Dr. Mohammad Dofir, S.H., M.H., para Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Tokoh masyarakat dan Tokoh Agama. Diskominfo Sumbawa Barat/feryal/tifa. Dok Rangga. []

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru