Salurkan Rastra Sesuai Target

Diskominfo - Dinas Sosial (Disos) Kabupaten Sumbawa Barat mengaku telah mendistribusikan beras sejahtera (rastra). Pendistribusian kepada 10,096 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) diklaim telah sesuai dengan target.

Sekretaris Dinas Sosial KSB Manurung, S.Pd, dalam keterangannya saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (31/5), mengatakan penyaluran beras yang dulunya bernama RASKIN yang kini telah berubah nama menjadi Beras Sejahtera (rastra) di KSB telah disalurkan. "Alhamdulillah rastra tahun ini dari bulan Januari sampai Mei sudah disalurkan, ini juga kami pantau terus untuk menghindari praktek-praktek yang tidak diinginkan dan tidak tepat sasaran." tuturnya.

Ia juga mengatakan, kedepannya Disos akan segera mentrasformasi dari rastra penerima langsung beras 10 kilo / KPM dialihkan ke pembayaran program Bantuan Pangan Non Tunai (BPTN). "Semua Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima kartu sejenis ATM, program ini bekerjasama dengan Bank Negara, sehingga KPM ini tidak lagi menerima beras melainkan menerima uang sejumlah harga beras yang akan di berikan yakni Rp110/bulan, nanti akan disiapkan warung khusus untuk membeli beras dengan cara menggesek kartu tersebut, ini adalah cara untuk menghindari ada praktek-praktek pembagian beras yang tidak merata." Jelasnya.

Program Nasional BPTN ini, lanjut Manurung, akan disosialisasikan dalam waktu dekat, pihaknya akan meminta ke Desa dan Lurah untuk melaksanakan Musyawarah Desa dan Musyawarah Kelurahan untuk menetapkan dan memfalidasi lagi data-data penerima BPTN untuk dikirim ke pusat, sehingga dalam waktu dekat program ini akan direalisasikan. Untuk kriteria yang akan menerima rastra melalui BPTN nantinya, telah ditetapkan oleh pusat, tugas Disos adalah memfalidasi ulang lagi data yang sudah ada untuk mengetahui apakah ada perubahan dari data-data tersebut dengan memfungsikan musyawarah Desa dan Kelurahan.

"Semoga  dengan rastra yang sudah jalan ini bisa meringankan beban masyarakat yang tidak mampu, sejauh ini masih aman-aman saja walaupun ada beberapa kendala. Kemudian dengan pola transformasi pembayaran renstra dengan cara pembayaran pangan non tunai nantinya betul-betul tepat sasaran, sehingga tidak ada lagi gejolak dalam masyarakat yang pada umumnya terjadi." Harap Manurung.

Program lain, tambahnya, yang dikoneksikan dengan pusat dan provinsi yakni, usaha ekonomi produktif untuk masyarakat pesisir, "data 700 KK sudah diajukan ke pusat semoga tahun ini bisa direalisasikan," Ucapnya. selain itu ada juga program Kelompok Usaha Bersama (KUBE), program ini adalah untuk Program Keluarga Harapan (PKH) atau program keluarga yang mempunyai taraf ekonomi rendah atau buruk, pihak Disos akan tetap memantau dan mengevaluasi semua program ini sehingga jika ada yang sudah mempunyai taraf ekonomi yang baik maka akan dikeluarkan pada program tersebut. [Diskominfo Sumbawa Barat/Feryal/tifa.]

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru