Dispar Lotim Selenggarakan Penyuluhan Sadar Wisata


KM. Sukamulia – Kamis (29 Maret 2018), Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Sadar Wisata. Kegiatan ini dihadiri oleh 35 orang peserta yang merupakan ketua atau perwakilan Pokdarwis dari seluruh wilayah Lombok Timur. Kegiatan yang diselenggarakan di Lesehan Sehati Sawing dari pukul 09.00 wita hingga pukul 15.00 wita.

Kegiatan ini merupakan rutinitas Dinas Pariwisata yang diselenggarakan dua kali dalam setahun. Setiap bulan Dinas Pariwisata juga melakukan kegiatan serupa, misalnya mengumpulkan seluruh pelaku dan penggiat wisata”, papar Ahkyak Mudin saat memberikan sambutan atas kapasitasnya mewakili Kepala Dinas Pariwisata yang tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut.

Kabid Pengembangan Kapasitas Dispar Lotim yang dikenal sangat aktif membina Pokdarwi di seluruh wilayah Lombok Timur itu juga menyampaikan bahwa Lombok Timur mempunyai lebih dari 50 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang tersebar di berbagai wilayah Lotim dan dari 50 Pokdarwis tersebut yang aktif hingga saat ini adalah sekitar 35 Pokdarwisa.

Hajatan diselenggarakan acara ini adalah mempasilitasi Ketua Forum Pokdarwis beserta anggotanya secara Internal untuk membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan masa depan Forum Pokdarwis Lotim sehingga kedepannya tidak ada kepentingan-kepentingan politik yang menunggangi forum ini”, tegas Akhyak yang juga memiliki kapasitas sebagai Bapak Pokdarwis Lotim.

Penyuluhan Sadar Wisata tersebut secara resmi dibuka oleh Kabid Pengembangan Kapasitas pada pukul 10.43 wita. Setelah itu, kegiatan tersebut dipandu oleh Wakil Direktur Poltekpar Negeri Lombok (Farid Said) selaku pemateri tunggal penyuluhan tersebut.

Selama menyampaikan materi, Wakil Direktur Poltekpar Negeri Lombok menekankan beberapa hal penting yang harus diketahui dan dimiliki oleh seorang pelaku wisata yang diantaranya adalah; 1) pelaku wisata harus mengetahui konsep dasar wisata, pariwisata, kepariwisataan dan elemen-elemen yang berkaitan dengan usaha kepariwisataan, 2) Hal-hal yang menyebabkan wisatawan melakukan perjalanan wisata, 3) Pariwisata itu tidak bisa berdiri sendiri. Kenyataannya, Dispar hanya mengerjakan 20% dari seluruh kegiatan wisata dan 80%-nya dilakukan oleh sector lain, serta berbagai hal penting yang harus dimiliki dan dikembangkan untuk membangun dunia kepariwisataan.

Pada ahir penyampaiannya, Farid menyampaikan konsep wisata yang beliau kembangkan, “membangun pariwisata itu bukan untuk kepentingan wisatawan, namun untuk kepentingan masyarakat yang dibutuhkan wisatawan”.

Beliau juga menekankan supaya para pelaku wisata jangan sekali-sekali larut dalam budaya asing sebab wisatawan asing berwisata ke daerah kita untuk melihat keaslian budaya kita, kekhasan masyarakatnya, keunikan budaya, kekhasan alam dan kenyamanan.

_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru