DPD Organda Hearing ke Diskominfotik NTB

Ketua DPD Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) beserta pengurusnya, serta para pengusaha Taksi Konvensional Rangga Taxi, Blue Bird, Kotama, Lombok Taxi, pengusaha travel lainnya dibawah naungan resmi Organda. Kedatangannya untuk hearing terkait persoalan dilapangan dengan adanya aplikasi taksi online yang masih ilegal.

Kedatangan mereka disambut baik oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB Tri Budiprayitno diruang kerjanya, dan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Abel Samsul Hatuina, pada Kamis, 22/2/18.

Ketua DPD Organda Antonius Zalemba, SH, menyampaikan terkait permasalahan yang terjadi dilapangan mengenai aplikasi taksi online yang tidak mengikuti Peraturan Pemerintah (PM) nomor 108 tahun 2017 tentang operasional angkutan sewa khusus/online yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan.

Lebih lanjut tentang kewenangan Kominfo dalam memblokir atau memberhentikan aplikasi taksi online yang membuat resah  para pengusaha taksi konvensional di NTB.

Selanjutnya Kadis Kominfotik NTB menjelaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan terkait  dalam hal memblokir atau memberhentikan aplikasi online, karena kewenagan tersebut berada di pusat.

“Kominfotik NTB hanya bisa membantu memfasilitasi dalam hal registrasi aplikasi ke pusat atau kementerian,”Ujar kadis Kominfotik Tri Budiprayitno.

Antonius berharap kedepan yang belum memenuhi PM 108 agar segera memenuhi persyaratan sesuai aturan yang ada. Saat ini aplikasi yang sudah terdaftar di PM 108 itu hanya aplikasi Uber saja. “Yang mengikuti aturan PM 108, akan kami lindungi jangan sampai terjadi benturan di lapangan,’’Jelasnya.   Tentu hal ini tidak diinginkan bersama agar kondisi NTB aman dan kondusif. (San/Edy)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru