Pentingnya Pendaftaran Kehendak Nikah Yang Sering Disepelekan

Labuapi RENGGANIS,_Untuk lebih baiknya pendaftaran kehendak nikah bagi Calon Pengantin harus dilakukan, karena dalam hal ini adalah merupakan penyampaian hak dan kewajiban bagi Calon Pengantinnya, dan hal ini sangat diharapkan bagi Calon Pengantinnya untuk dating langsung ke Kantor Urusan Agama Kecamatan setempat guna mendengarkan penjelasan tentang hak dan kewajibannya yang harus dilaksanakan.

Kedatangan Calon Pengantin di KUA selain memperoleh penjelasan juga untuk mengisi Formulir Pendaftaran Nikahnya yang sudah disediakan oleh KUA setempat sesuai dengan Undang-undang Nomer : 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Menurut Penghulu KUA Kecamatan Labuapi Suhaidi mengatakan bahwa Pendaftaran Kehendak Nikah ini harus sudah didaftarkan 10 (sepuluh) hari sebelum akad nikah sebagaimana berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor : 477 Tahun 2004 Pasal 18 ayat (3) dengan membawa persyaratan.

Menurut Suhaidi kepada sepasang Calon Pengantin yang dating di KUA Kecamatan Labuapi Anang Budi Hartono dan Silviana Risa Norvi yang berdomisili di BTN Pengsong dan BTN Manunggal Bajur mengatakan bahwa persyaratan yang harus dipenuhi oleh Calon Pengantin adalah : (1)_Surat Keterangan Nikah (N1) dari Kepala Desa/Lurah setempat, (2)_Surat Keterangan Asal Usul (N2) dari Kepala Desa/Lurah setempat, (3)_Surat Keterangan Tentang Orang Tua (N4) dari Kepala Desa/Lurah setempat, (4)_Foto Copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebanyak 1 Lembar, (5)_Foto Copy Kartu Keluarga (KK) sebanyak 1 Lembar. (6)_ Surat Rekomendasi Nikah untuk calon Pengantin (Catin) yang dari luar Kecamatan Tanah Jawa, (7)_Pas Fhoto 4x6 masing-masing 1 Lembar Background Biru, (8)_Pas Fhoto 2x3 masing-masing 5 lembar background Biru, (9)_Surat Kesehatan dari Puskesmas.

Selain 9 (Sembilan) persyaratan tersebut diatas, lanjut Suhaidi, masih ada persyaratan lain yang harus dipenuhi apabila Surat Keterangan Kematian (N6) dari Kepala Desa/Lurah setempat (untuk duda/janda mati),  Kartu Kuning Kematian, Akta Cerai dari Pengadilan (untuk duda/janda cerai), Surat Izin dari Pengadilan apabila Calon Pengantin belum mencapai usia 19 Tahun bagi Catin Laki-laki, Surat Izin dari Pengadilan apabila Calon Pengantin belum mencapai usia 16 Tahun bagi Catin Perempuan, Surat Izin dari Orang Tua apabila Calon Pengantin belum mencapai Usia 21 Tahun bagi Catin Laki-laki, Surat Izin dari Orang Tua apabila Calon Pengantin belum mencapai Usia 21 Tahun bagi Catin Perempuan, Surat Izin dari Kesatuan apabila Catin berasal dari Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI)/POLRI, Surat Izin dari Pengadilan bagi Suami yang hendak beristri lebih dari satu, Calon Pengantin wajib mengikuti kursus Calon Pengantin (Suscatin) yang biasa disebut dengan Penataran BP.4, Foto Copy Ijazah Catin dan yang terahir adalah Foto Copy Surat Nikah Orang Tua.

Yang sangat penting adalah Calon Pengantin juga diwajibkan membayar biaya nikah sebesar Rp. 600.000,- pada Kas Negara melalui Bank yang sudah ditunjuk apabila pelaksanaan pernikahannya dilaksanakan diluar Balai Nikah, sedangkan apabila Calon Pengantinnya melaksanakan pernikahannya di Jam Dinas dan di Kantor KUA (Balai Nikah) maka Calon Pengantin tidak dikenakan biaya sama sekali (Gratis, Red) tutur Suhaidi pada Catin yang dating di KUA Kecamatan Labuapi sesuai dengan Domisilinya BTN Pengsong untuk Catin Prianya dan BTN Manunggal Bajur untuk Catin Wanitanya.

Selain itu bagi Calon Pengantinnya juga dianjurkan untuk menjalankan program Pemerintah seperti Suntik/Injeksi TT sebelum dilangsungkan akad nikahnya, tegas Suhaidi kepada Catin yang dating ketempatnya mengahiri penjelasannya. LA []

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru