Kerjasama Membangun Bangsa

KM TNC. (10/09) Sungguh Kegiatan yang super Istimewa, Seluruh sivitas Akademika STKIP Taman Siswa Bima merasa berbahagia yang tak terhingga atas kedatangan Tamu Istimewa Bapak Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan RI di Kampus Beradab, Sehat, dan Bermutu untuk memberikan Kuliah Umum dengan Tema: ‘Kerja Bersama Membangun Bangsa”. Ratusan Mahasiswa, Dosen, dan Pegawai, memenuhi ruangan meski diadakan di hari Minggu.

Tak cukup kata-kata untuk menggambarkan betapa luar biasanya kuliah umum ini. Persiapannya begitu perfect; semuanya berdasarkan SOP Kenegaraan. Dua hari sebelum kegiatan, Rombongan Kementerian, seperti Dirjen, Staf Ahli, Host/Moderator Nasional (Miing Bagito), Humas, Protokoler, dan Jajarannya sudah tiba di Bima (STKIP Taman Siswa Bima) untuk mendiskusikan teknis acara dan penataan interior ruangan Auditorium Sudirman STKIP Taman Siswa Bima. Sungguh pengalaman yang luar biasa bagi STKIP Taman Siswa Bima.

Ketua STKIP Taman Siswa Bima Dr Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si mengatakan, ini seperti mimpi. Tak terbayangkan sebelumnya, tiba-tiba seminggu yang lalu ada kontak langsung dari Humas Kementerian RI Bapak Diantara menjelaskan bahwa Menteri berencana akan memberikan kuliah Umum di Kampus yang bapak Pimpin dan Run Down acaranya sehari dua hari lagi kami kirim. Selain itu, Kepala Bandara, Kepala Pelabuhan Laut, Pelindo III, dan Jajarannya menjadi cukup intens masuk kampus untuk koordinasi kegiatan agar sukses. Dari awal perencanaan hingga akhir acara, sungguh menjadi hari-hari yang berkualitas.

Tentu, kamipun bertanya-tanya, kenapa Kampus STKIP Taman Siswa Bima yang dipilih oleh Pak Menteri untuk acara yang super istimewa ini? Ternyata, usut punya usut inilah dahsyatnya NETWORKING. Relasi yang dibangun oleh Pak Ketua dan keseriusannya membangun Kampus selama ini, Alhamdulillah, inilah salah satu hasilnya. Patut kami sampaikan terima kasih kepada Dr Arie Sujito sahabat pak Ketua ketika kuliah S2 ilmu Politik di UGM, juga kepada sahabat-sahabat semuanya, Bung Eka Ilham, Khairuddin Parewa, DKK yang mensupport suksesnya acara ini.

Dalam Sambutannya, Dr Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si mengucapkan selamat datang kepada Bapak Menteri bersama Rombongannya dan mengucapkan rasa syukur atas segala Rahmat Allah yang diberikan kepada kami. Pak Menteri, Sekilas kami ceritakan bahwa Kampus ini berdiri berkat perjuangan tanpa kenal lelah dari Ketua Dewan Pembina Drs H. Sudirman Ismail, M.Si, Bapak Abdul Wahab,Almarhum, dan para perintis yang lainnya. Patut kami katakan, meski baru 10 Tahun berdiri, kampus ini telah sejajar atau bahkan di beberapa sisi sudah dapat melampaui kampus-kampus yang sudah berdiri puluhan tahun silam.

Dr Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si mengapresiasi atas beragam ketercapaian program NAWACITA, Zero Accident, percepatan pembangunan infrastruktur, dan konektifitas antar pulau melalui Tol Laut. Angka kecelakaan mudik menurun, Ribuan Km Tol Darat, laut, dan memperpanjang Landasan Pacu di beberapa Bandara untuk meningkatkan kapasitas penerbangan terus dilakukan. Bupati Bima juga mengatakan dalam sambutannya bahwa Atas ketercapaian semua itu, memiliki berkah tersendiri bagi masyarakat Bima. Bupati yakin kedepan produktivitas dan kegairahan ekonomi diberbagai daerah di seluruh Indonesia dan khususnya di Bima akan meningkat, apalagi Bima memiliki komoditas unggulan seperti Bawang, Jagung, Sapi dll.

Bung Miing Bagito, menyapa peserta Kuliah Umum dengan sapaan Sae-sae dan Ari-Ari dalam nuansa joke ala Pelawak yang membuat hadiri sontak ketawa. Dia juga berkali-kali memuji keindahan Alam Bima. Ketika melewati sepanjang teluk/pantai, dia membayangkan San Francisco. Benar-benar Wonderfull katanya. Bung Miing berpesan kepada Bupati agar merawat hutan agar Bima semakin Indah dan hijau.


Kuliah umum yang didesain seperti Talk Show ini benar-benar menarik untuk disimak berkat keliahaian Sang Host Kondang memancing Sang Menteri untuk mengeluarkan semua ide dan program andalannya. Ada beberapa point pentig yang disampaikan oleh MENHUB RI, antara lain: Pertama, Mentri berkomitmen untuk menjadikan Bima sebagai perhatian khusus dalam program pembangunan ke depan. Kedua, Masalah disparitas harga juga menjadi perioritas utama antara harga di Indonesia barat dengan Indonesia Timur. Katanya bahwa Presiden Jokowi konsen sekali untuk pemerataan pembangunan di Indonesia

Ketiga, Bahwa dengan terealisasinya Tol Laut ini adalah mimpi presiden Jokowi yang telah menjadi nyata, yaitu untuk membangun konektivitas antar pulau agar semuanya terjangkau dan seimbang produksinya atau supply dan demand antara daerah barat dan timur. Keempat bahwa jumlah kapal dan pelabuhan singgah akan terus ditingkatkan kelasnya. Misalnya Pelabuhan Bima beberapa bulan ke depan akan menjadi jalur Tol Laut; sehingga biaya transportasi barang semakin murah dan menguntungkan masyarakat.

Di sisi lain, Pak Mentri juga memotivasi para mahasiswa agar terus mengembangkan kapasitas dan kreativitasnya. Katanya, Giatlah bersilaturrahim dengan Allah, saat sholat Tahajud mintalah kepada Allah dengan sepenuh hati dan keimanan yang kuat, maka Allah SWT akan memudahkan semua urusan kita. Allah akan membuka jalan buat kita dari arah yang tidak disangka-sangka. Terakhir beliau ingin meninggalkan jejak yang terus dikenang oleh seluruh civitas akademika STKIP Taman Siswa Bima dengan memberikan BUS Transportasi dan menjalin kerjasama untuk kemajuan Kampus. Beliau mengintruksikan secara langsung kepada Dirjen untuk merancang kerjasama yang tepat. Semoga terrealisasi. Amin Ya Allah

Sumber: Damar Damhuji Dosen STKIP TS Bima

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Advertisement

Artikel Terbaru