Hamparan Hijau Tembakau Rensing Bat

KM - RENSING BAT – Hamparan tanaman tembakau yang luas puluhan Hektar nampak terlihat menghijau di dataran perkebunan petani Rensing Bat,tanaman yang ditanam sekali setahun ini adalah merupakan tanaman pavorit bagi masyarakat Desa Rensing Bat selain Padi,Jagung,Tomat,Bawang merah dan Cabe.hasil yang didapat dari penjualannya bisa dikatakan cukup membanggakan ketika kualitas dan pertumbuhannya baik,harga perkuintal kering bisa mencapai 2 sampai 3,5 juta.

Dari mulai penanamannya,tembakau adalah tanaman tergolong tanaman yang sensitif,kadar air harus bisa di jaga agar pertumbuhannya maksimal.dari pembibitan juga perlu penjagaan maksimal untuk bisa memperoleh benih yang sempurna tidak cepat mati apabila ditanam.

Adapun jenis tembakau yang ditanam petani tembakau Rensing Bat adalah jenis tembakau virginia varietes rok lebar, rok lindung,sun 9,sun 11 dan banyak lagi. Tanaman ini mulai di panen diantara umur 1,5 dan 2 bulan tergantung pertumbuhannya.

Ketika dipanen di umur yang cukup, daun-daun yang dipetik ini diikat dan dibawa ke bangunan oven yang biasanya dimiliki oleh si petani tembakau. Proses ini dinamakan “flue curing karena panas dialirkan melalui pipa (flue). Menggunakan bangunan yang tersusun dari bata merah atau sejenisnya dengan ketinggian  6 meter, ini adalah mengeringkan tembakau dan menurunkan kadar airnya yang masih ada di daun segar yang baru dipetik. Batu bata dikenal sebagai bahan bangunan yang tahan panas dan tidak pecah ketika dibakar dalam suhu tinggi di dalam oven yang berkisar antara 53-62 derajat Celcius.

Daun tembakau segar akan dirangkai di gelantang bambu ataupun kayu di bawah naungan (bukan ruang terbuka) untuk kemudian disusun saling silang di dalam bangunan oven untuk dikeringkan.jumlah gelantang yang disusun tergantung besarnya oven. Satu tahap pengeringan mencapai waktu empat hari pemanasan. Selain gas, bahan bakar yang digunakan adalah kayu dan Alternatif lain yang dikembangkan adalah limbah kulit kemiri yang juga berpotensi menghasilkan panas yang bisa stabil. (a_hm)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Advertisement

Artikel Terbaru