Diperlukan Pengawasan dan Pengendalian Bahasa

Pihak Kantor Bahasa NTB, mengadakan diskusi dengan Badan Publik dalam Pengawasan dan Pengendalian Bahasa Indonesia bagi Badan Publik di Kabupaten Bima, dari tanggal 20 s.d.21 April 2017,bertempat di Asy Mbojo. Bagaimana pelaksanaannya? Berikut ini, penulis menurunkan hasilnya.

Menarik, diskusi yang dilaksanakan Kantor Bahasa NTB ini. Setidaknya dirasakan para peserta diskusi. Pasalnya, ketika Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB, Dr. Syarifuddin, M.Hum, membuka acara, menyinggung UU pada umumnya, kalau dilanggar, akan diberikan sanksi. “Tapi , bagaimana kalau dengan UU terkait Bahasa Indonesia? “tanyanya. Tanpa menunggu jawaban peserta , beliau menjelaskan , UU no. 24 Tahun 2009, khususnya terkait Bahasa, tidak ada sanksinya. “Dan karena itu, tidak akan masuk penjara”, ujarnya sambil pasang senyum dan peserta pun tertawa terbahak-bahak .

Meski demikian, kata dia, kita tokh sebagai warga Negara yang baik, kita harus menaati UU tersebut. Kita harus menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.Baik dalam arti, menggunakan bahasa sesuai dengan situasi dan kondisi. Sebaliknya, benar artinya pengguna bahasa harus memanfaatkan kaidah bahasa, seperti tercantum dalam EYD.

Kami dari Kantor Bahasa Provinsi, mengadakan diskusi ini, bukan tanpa arah. Semuanya bersumber dari arah kebijakan , tentu saja berawal dari penelitian yang faktanya adalah: [a]Banyak bahasa yang ada di Indonesia; [b] Bahasa dan sastra daerah terancam punah; [c] Pemakaian bahasa Indonesia di ruang publik tersisih; [d] Penggunaan bahasa daerah di beberapa daerah lebih dominan bahkan dalam layanan publik; dan [e] Bahasa asing menggeser penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

Lalu, ditemui juga kelemahan, antara lain ; [a} penggunaan bahasa daerah melewati kedudukan; [b] pengembangan bahasa daerah lepas dari akar kedaerahan; [c] pengembangan sastra daerah menghilangkan fungsi bahasa daerah; [d] kemahiran berbahasa daerah rendah; [e] kemahiran berbahasa asing diutamakan; dan [f] vitalitas bahasa daerah turun. () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru