Kemenag Mengamalkan 5 Budaya Kerja

Mataram,Inmas_Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat diwakili oleh Kabag.Tata Usaha H. Sirojudin menyampaikan Materi Implementasi Reformasi Birokrasi Bidang Kepegawaian dilingkungan Kanwil Kemenag Provinsi NTB. Kegiatan dilaksanakan di Mataram Square tanggal 29/03/2017.

H. Sirojudin menyampaikan bahwa tantangan ASN saat ini cukup besar dimana masyarakat menuntut kita untuk melayani dengan semaksimal mungkin. Diharapkan bagaimana agar ASN bisa berjalan dengan sistim yang transparan, efektif dan efesien dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Pelaksanaan reformasi birokrasi sebenarnya tuntas tahun 2011 namun sampai saat ini belum bisa reformasi secara utuh. Oleh karena itu ASN harus lebih meningkatkan kinerja dan meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat.

Selanjut reformasi birokrasi mengajak meningkatkan kinerja termasuk Anjab dan ABK yang menjalankan tugas pada rel yang benar sesuai dengan tupoksi. Ada faktor untuk mengukur kinerja sebagai ASN yaitu harus mempunyai keinginan untuk meningkatkan kinerja.

Sebenarnya 5 Budaya kerja sebagai roh dalam bekerja meliputi : Integritas, Profesional, Inovasi, Tanggung Jawab dan Keteladanan ,Transparan ,Melayani , Menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, kemudian faktor organisasi kelompok berpengaruh terhadap kinerja dalam bekerja kelompok, orang yang tulus bekerja menggerakkan kerja ditempat masing-masing dan mengajak teman untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat sehingga organisasi sangat terpengaruh terhadap kinerja seseorang.

Lebih lanjut dikatakan lingkungan kerja sangat berpengaruh. Kenyamanan kerja didukung oleh fasilitas oleh karena itu H. Sirojudin mengajak untuk meningkatkan kinerja yang baik dan disiplin dalam jam masuk dan jam pulang kerja karena pekerjaan kita dibayar oleh negara untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kemudian kepemimpinan merupakan faktor sangat penting bagi ASN ini agar bekerja dengan baik karena akan dicontoh oleh bawahan dan akan sangat menentukan kinerja yang ada di unit kerja.

Sedangkan sarana prasarana juga sangat menetukan dalam peningkatan kinerja yang secara bertahap akan disempurnakan sehingga akan menciptakan kinerja yang bersih professional dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan tentunya dengan mengamalkan 5 Budaya kerja didalam melaksanakan tugas kesehariannya. H. Sirojudin menekankan perubahan reformasi birokrasi terhadap perubahan pola pikir atau maindset , dimana maindsetnya adalah merubah ASN untuk melayani bukannya dilayani .

Merubah sikap menjadi pelayan masyarakat dan ini harus ditingkatkan sehingga Kemenag dirasakan manfaatnya. Perubahan sistim managemen pemerintahan yang harus dilakukan reformasi birokrasi ini bisa berjalan dengan baik, dari sisi kelembagaan secara perlahan akan ditingkatkan akan struktur baru akan mewujudkan harapan bersama agar bekerja maksimal, berharap mempunyai kinerja integritas yang tinggi, membangun kinerja disemua unit kerja saat ini.

Dalam anggaran berbasis kinerja yang baik H. Sirojudin mengajak untuk berkreatif melihat peluang supaya bisa dijadikan program dan kegiatan yang bisa betul-betul dibiayai oleh Negara. Ditekankan juga proses kerja yang jelas Anjab dan ABK termasuk SOP agar diinventarisir . Semua layanan masing-masing bagian akan dibuatkan SOP layanan. Semuanya akan dijawab dan diharapkan oleh masyarakat jangan sampai mengecewakan.

Kondisi seperti ini harus dirubah dan tahun 2018 akan mendigitalkan semua layanan agar transparan. Terkait eselon 2 akan dipanselkan saat ini melalui online dan segala sesuatunya saat ini melalui online sesuai tuntutan masyarakat, kemudian regulasi bagaimana bekerja maksimal, SDM hampir semua Kab/Kota sangat kurang karena dampak moratorium, begitupun dengan distribusi pegawai agak sulit dilakukan dan itu semua dampak moratorium juga, tandas H.Sirojudin mengakhiri materinya. __(jk) -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru