Kampung Media Smiliar Wisatawan

Dengan Menyebut Nama Allah diawal dan akhir,

Genap enam tahun lebih menjadi warga situs portal terbesar di provinsi Nusa Tenggara Barat, tentunya tidak terpisahkan dengan suka dukanya, mulai dari perkenalan,pembelajaran,komunikasi-komunikasi kommunalnya,hingga aktivitas-aktivitas portalnya yang vulgar, ambisius, kritis dan cerdas adalah bumbu suguhan bagi wisatawan dari alam dunia diselurun penjurunya.

Melanjutkan tema sentral diatas sepertinya lidah agak kaku dalam melafalkan kisah panjang yang penuh sesak dengan romantisme perjuangan seorang Abu Macel begitu panggilan populis Fairuzzabadi Sosok paling berkontribusi bagi janin Kampung Media diawal tahun 2009, namun hal tersebut bukanlah aral yang berarti dan sulit untuk di taklukkan selama jemari dan nafas masih berirama dalam gerak khas.

Terinspirasi dari salah seorang teman yang sangat mengharapkan keikutsertaan seluruh komponen masyarakat untuk berkarya dalam dunia jurnalisme, dunia tulis baca, didunia bawah sadar yang menyajikan seribu satu macam menu otomatis yang tertata dalam sebuah network dan laman ajaib telah menjadi magnet paling dahsyat sepanjang sejarah perjalanan kampung media, semenjak awal dirintisnya hanya seperti komunitas kecil yang masih gagap tekhnologi, beranjak semakin faham dan sekarang ini hamper menjadi Cyber kelas handal untuk tingkat komunal dan internalisme warga kampung.

Ruh kehidupan Kampung media Sesungguhnya tidak bertolak dari wujud keimanan akan suatu kejadian melainkan bertitik tolak pada beberapa paktor utama diantaranya adalah: Kontinuitas, terminology ini pertama-tama di wahyukan Abu Macel kepada Anggota Komunitas kala itu sebagai sebuah upaya menyajikan kolom-kolom berita semata-mata, yang kedua adalah Evaluasi, tahap ini dilakukan komunitas kampung media untuk semakin hari semakin memepercantik diri dengan melakukan Metamorfosisme Hostinger dan domain menjadi laman Wordpress yang lebih jitu untuk ukuran waktu itu.

Paktor ketiga adalah temu Kreatif antar warga Kampung, dan factor inilah yang merupakan Nuansa Orgasme Paling Dinanti-Nantikan oleh seluruh warga disamping merupakan ajang mengasah bakat juga merupakan ajang bertukar ide-ide dan gagasan cerdas, dari setiap orgasme yang dilakukan Kampung Media inilah Kehamilan Portal Jurnalisme Warga NTB Mulai Mual-Mual Pusing hingga akhirnya tidur tak lelap namun napsu makanya semakin lahap meski harus ditempuh dengan resiko Komplikasi Kandungan.

Banyak Kejadian pada Fase ini dan salah satu unsure mutlaknya adalah berupaya menutup diri untuk beberapa waktu tertentu sampai dengan kondisi kesehatan mulai vit dan janin sudah mulai berkembang dan tepatlah pada usia kandungan  bunting Sembilan bulan (pilkada 2013)  metamorphosis Kampung Media mengakhiri stadium wordpress menjadi Portal jurnalime Warga, sebuah lompatan melebihi kuota yang di standarkan, lompatannya hamper mencapai 300% luar biasa

Paktor terakhir meskipun bukan yang pengabisan factor kecantikan, famously, populisme dan abilitas jurnalime warga kampung, meskipun masih kadang-kadang carut marut dan tentunya masih membutuhkan ereksi dan Hormonisasi yang memadai namun bagi Fairuzzabadi dengan Gelarnya dan Segudang Kemampuan Campaign Masanya yang Massif mampu membacking dan meyakinkan StakeHolder dengan prestasi ditingkat Nasional dan Internasional telah mampu mencetal Gol-gol cantik dan mempersembahkan karangan bunga paling mekar sepanjang sejarah Inovasi pembangunan daerah berbasis IT meski bukan hanya NTB, Sekali lagi Aplaus untuk abu Macel.

Bagian paling Buntut dari Eksplorasi yang lebih pas di tujukan kepada penulis sendiri adalah semangat yang di tanamkan oleh kampung media adalah bukannya Dollar atau Popularitas tetapi Khollas dan Kontinuity adalah merupakan konci menuju pengabdian untuk warga NTB. Bravo Kampung Media NTB

Lombok, NTB 03 Diujung tahun 2016 (Abu Ikbal) -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru