Nikah Tidak Sah Tanpa Wali dan Saksi

KM TNC. Sesuai hadits “nikah itu tidak sah tanpa wali dan dua orang saksi” (HR Ahmad), nikah itu sah jika mempelai perempuan memiliki wali nikah. “semua urutan wali nikah hanya dari jalur keturunan laki-laki”, berikut urutan wali nikah/wali nasab:

  1. Ayah
  2. Kakek
  3. Ayahnya kakek
  4. Saudara laki-laki seayah seibu
  5. Saudara laki-laki se ayah
  6. Anak saudara laki-laki (ponakan) seayah seibu
  7. Anak saudara laki-laki (ponakan) seayah
  8. Paman seayah seibu
  9. Paman seayah
  10. Anak paman seayah seibu
  11. Anak paman seayah
  12. Cucu paman seayah seibu
  13. Cucu paman seayah
  14. Paman ayah seayah seibu
  15. Paman ayah seayah
  16. Anak paman ayah seayah seibu
  17. Anak paman ayah seayah
  18. Paman kakek seayah seibu
  19. Paman kakek seayah
  20. Anak paman kakek seayah seibu
  21. Anak paman kakek seayah
  22. Wali hakim

Tertibnya wali nikah dimulai urutan nomor satu (1) apabila tidak ada maka baru beralih ke nomor dua (2) dan seterusnya.

Selama masih ada wali aqrab (dekat) tidak boleh dipindahkan pada wali ab’ad (jauh). Wali aqrab boleh dipindahkan kepada wali ab’ad apabila :

  1. Tidak beragama islam
  2. Fasiq (sering berbuat dosa/maksiat)
  3. Belum baliq (masih kanak-kanak)
  4. Tidak berakal (karena gangguan jiwa)
  5. Rusak pikiran (linglung, pikun)
  6. Bisu, tuli

Wali nasab boleh pindah pada wali hakim apabila :

  1. Sudah tidak ada garis wali nasab
  2. Walinya mafqud (hilang)
  3. Wali tersebut mau menikahi perempuan itu (sebagai calon mempelai dan tidak ada wali yang sederajat)
  4. Walinya ba’id atau sejauh perjalanan bolehnya mengqasar shalat (sekurang-kurangnya 92,5 Km)
  5. Walinya sedang sakit pitam/ayan
  6. Walinya tidak dapat dihubungi (dipenjara)
  7. Hak kewaliannya dihapus oleh negara
  8. Walinya tawaaro (bersembunyi)
  9. Walinya udzur
  10. Walinya adnal /mogok (berdasarkan keputusan pengadilan agama)

Informasi ini dikeluarkan dan diperbanyak oleh bidang bimas islam kanwil kemenag pron NTB tahun 2013, semoga informasi ini bermanfaat Kementerian Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Raba Kota Bima. Alamsyah () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru