Biaya Nikah, Rujuk dan Dasar Hukum

KM TNC. Kementerian Agama Republik Indonesia Kantor urusan agama Kecamatan Raba Kota Bima mengeluarkan pengumuman tentang biaya nikah dan rujuk serta dasar hukum. Melalui kepala KUA Kecamatan Raba Saukani S.Ag sesuai peraturan pemerintah nomor 48 tahun 2014 pasal (1), (2), (3) dan (4) serta surat peredaran sekretaris jenderal nomor : 51/DI.II/HM. tentang pelaksanaan peraturan pemerintah nomor 48 tahun 2014 perubahan atas PP nomor : 47 tahun 2004 sebagai berikut :

Besar biaya nikah, pertama nikah dan rujuk di kantor Kantor Urusan Agama (KUA) / Balai Nikah dikenakan tarif nol (0) rupiah, dua nikah diluar kantor urusan agama (KUA) dan atau diluar hari dan jam kerja dikenakan tarif Rp 600.000 (enam ratus ribu rupiah) dan ketiga bagi warga tidak mampu secara ekonomi dan warga yang terkena bencana alam dikenakan tarif nol (0) rupiah dengan melampirkan persyaratan surat-surat keterangan dari lurah.

“aturan ini dikenakan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali” tuturnya.

“saya berharap aturan ini dapat diindahkan dan dapat disosialisasikan kemasyarakat umum supaya mereka paham dan mengerti bahwa biaya nikah tidak dikenakan biaya jika mengikuti aturan yang ada dan jika tidak diindahkan maka akan dikenakan biaya sesuai aturan yang berlaku” harapnya.

Untuk wilayah Kab/Kota Bima selain menerapkan aturan tersebut, namun juga diwajibkan bagi calon nikah untuk dapat mempraktekkan tata cara sholat “selain itu calon nikah diwajibkan untuk mempraktekkan sholat sebagai salah satu syarat nikah hal itu dilakukan sebagai modal/dasar mereka dalam menempuh hidup baru dan sebagai tuntunan mereka” lanjutnya.

Kantor urusan agama kecamatan raba mendepankan 5 budaya kerja yaitu integritas, profesionalitas, inovatif, tanggung jawab dan keteladanan. Alamsyah () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru