Aparat Desa TOT Otoritas Jasa Keuangan

Pemahaman tentang jasa keuangan bagi penyuluh masih rendah. Sehingga pada dilaksanakan training of trainer (TOT) yang dilakukan oleh otoritas jasa keuangan pusat di selama 2 hari (8-9/10/2015). Dengan jumlah 130 peserta terdiri dari penyuluh Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluh (Bakorluh) Pertanian, Perikanan Dan Kehutanan Prov. NTB, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Prov. NTB, Bapeluh Kab. Lombok Barat, Bapeluh Kota Mataram, Badan Peberdayaan Prempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) Kota Mataram serta Para Aparat Kelurahan Kota Mataram.

            Dari sambutan Kepala Bakorluh Prov. NTB “Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM” bahwa kegiatan TOT jasa keuangan ini sangat penting bagi penyuluh dilapangan untuk membantu kesejahteraan petani. Seperti saat ini bencana alam yang melanda diberbagai daerah khususnya di NTB, berdampak pada lahan kekeringan dan gagalnya panen bagi petani. Sehingga masalah ini dapat diselesaikan dengan adanya asuransi pertanian dalam menjamin penggantian biaya produksi apabila terjadi gagal panen. Dimana petani dminta untuk menanam dan meningkatkan produksi guna memenuhi kebutuhan pangan nasional. Akan tetapi, petani belum mendapatkan perlindungan atas resiko apabila mengalami gagal panen, perlu dipertimbangkan dan diperjuangkan dalam undang-undang asuransi pertanian. Ungkap dihadapkan peserta yang dihadiri Penjabat Wali Kota Mataram, Direktur Edukasi dan Literasi Keuangan OJK, Kepala BKKBN Prov. NTB, Anggota DPR RI Komisi XI, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB, dan Kepala OJK Perwakilan NTB.

            Pada TOT perencanaan keuangan dan pengenalan industri jasa keuangan dibuka langsung oleh penjabat Wali Kota Mataram “Dra. Hj. Putu Selly Andayani” menyambut baik diadakan kegiatan ini. Masyarakat NTB pada umumnya dan khususnya Kota Mataram belum memahami industry jasa keuangan. Sehingga diharapan peserta pelatihan dapat menjadi pilar dalam meningkatkan literasi keuangan terutama pada para peserta dan dapat mengidukasikan kemasyarakat/petani. Bahkan peserta untuk aktif megajukan segala pertanyaan dalam memanfaatkan sebaik-baiknya kegiatan ini, sebagai ilmu pengetahuan, akses bagi masyarakat melalui penyuluhan.

            Sedangkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Cabang NTB, pemberian eduksi mengenai industri jasa keuangan sangat penting yang sesuai dengan undang-undang dalam mencerdasan Bangsa Indonesia. Dimana dalam 2 tahun terakhir pemahaman Industri Jasa Keuangan masih sekitar 20%. Sehingga perlu dilakukan perencanan dalam mengelola keuangan untuk memenuhi kebutuhan da investasi yang disesuaikan dengan penghasilan didapatkan. Untuk anggota DPR RI Komisi XI “H. Willgo Zainar” mengatakan bahwa penyuluh yang langsung bersentuhan degan masayarakat mampu memberikan informasi pengetahuan industri jasa keuangan agar dapat dikelola dengan baik dan benar terutama pada saat pemerintah mengucurkan anggaran dana desa.

            Disamping itu, sebagai narasumber dalam pertemuan ini berasal dari Direktur Edukasi dan Literasi keuangan OJK Pusat, Perbankan Daerah (Bank NTB), Pengadaian serta Asuransi (Ansuransi Central Asia). Disampaikan kembali Kepala Bakorluh Prov. NTB, kegiatan training of trainer ini diharapkan ada tindak yang berkelanjutan. Dalam mendukung meningkatkan kapasistas dan kualitas sumber daya manusia bagi penyuluh serta aparat desa/kelurahan. Karena dalam meningkatkan kapasistas penyuluh sangat baik penting apalagi sejak dini. Sehingga apapun programnya, penyuluhan kuncinya yang disertai dengan perhatian kepada penyuluh (sumber.koran lombok post edisi 8/10/2015) [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru