Sosialisasi Inkubator Wirausaha


Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementeraian Koperasi  dan UKM RI menggelar Sosialisasi Program Pengembangan Inkubator Wirausaha  kepada pelaku usaha, perguruan tinggi, BUMN dan  instansi pemerintah terkait di lingkup pemerintah provinsi NTB. Sosialisasi yang berlangsung selama 2 hari ini  di laksanakan di Hotel Grand Legi Mataram.( 29/9).

Asisten Deputi Urusan Fasilitasi Investasi UKMK Kementerian Koperasi dan UKM  RI Drs.Abdul Karim,MM saat membuka Sosialisasi Program Pengembangan Inkubator Wirausaha mengatakan, pengembangan Inkubator Wirausaha adalah salah satu program strategis yang cukup signifikan dalam pengembangan usaha mikro kecil dan menengah khususnya  dalam rangka menumbuhkembangkan Wirausaha Baru Tenant Inkubasi terutama dalam menghadapi MEA (Masyarakat ekonomi Asean) 2015.

Kata Abdul Karim, sebagai dukungan dari pemerintah, dikeluarkanlah Peraturan Presdien Nomor.27 Tahun 2013 tentang pengembangan inkubator usaha dan peraturan menteri koperasi dan UKM  RI terkait norma,standar,prosedur dan kriteria inkubator wirausaha. Dengan diterbitkanya peraturan inilah di harapkan ada kerjasama yang baik,komitmen yang kuat,perjuangan dan kesungguhan  dengan pemerintah pusat dan daerah dalam menumbuhkembangkan UKM  wirausaha baru.

Lebih jauh Abdul Karim mengatakan untuk keberhasilan Inkubator wirausaha dalam penumbuhan wirausaha baru dan pemberdayaan UKM perlu adanya Lembaga Inkubator wirausaha yang berdiri sendiri atau bagian dari Instansi atau lembaga yang di berikan secara otonom untuk pengambilan keputusan yang terukur dalam rangka pencapaian keberhasilan, selain itu memiliki tenaga pendamping, professional dalam mengelola inkubator serta mampu bersinergi dengan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.

Keberhasilan Inkubator Usaha berbasis inovasi, harus di dukung dengan penyediaan fasilitas seperti ruang rapat,internet dan workshop selain itu penyediaan jasa layanan seperti pelatihan, pengembangan keterampilan dan usaha,pendampingan,pemasaran,permodalan dan kapsitas manajeman incubator.

Hal senada juga di sampaikan oleh Kepala dinas koperasi UMKM provinsi NTB Drs.H.Supran,MM, bahwa Inkubator Wirausaha di laksanakan dalam menumbuhkembangkan wirausaha yang tangguh,keratif dan profesional sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing nasional, selain itu, Inkubator Wirausaha sebagai wahana yang efektif untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan, kemampuan,jejaring dan wawasan kewirausahaan. Untuk itu di harapkan adanya sinergi antara peserta inkubasi dengan penyelenggara inkubator wirausaha sehingga dalam proses pembinaan,pendampingan dan pengembangan usaha dengan sistim yang telah di bangun dapat meningkatkan kesejahteraan UKM, memperluas akses pasar, membuka peluang kerja dan pendayagunaan sumber daya menusia yang ada.

Dari data yang ada, ditahun 2012 Kementerian koperasi dan UKM Ri telah bekerjasama dengan 20 Inkubator Perguruan Tinggi di 15 Provinsi untuk memberdayakan 900 UKM tenant.

Untuk mempercepat tersedianya para pendamping yang memilki dasar Keilmuan dan Intelektualitas yang tinggi diterbitkanlah surat edaran Dirjen Dikti Nomor: 464/E.E3/KL/2014 tanggal 28 mei 2014 tentang pembentukan pusat studi dan pendampingan KUMKM di perguruan tinggi secara nasional.

Di tahun 2014 ini terdapat 75 unit inkubator wirausaha, sedangkan sampai akhir tahun 2019 nanti di targetkan mencapai 391 unit inkubator wirausaha. (Abdi) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru