Anggaran Penanganan Gizi Buruk Dikes Cuma 1,16 %

KM Bali 1-Data tersebut diperoleh dari Laporan Analisis APBD sector Kesehatan TAHUN 2013 yang dikeluarkan oleh Pusat Telaah Dan Informasi Regional (PATTIRO) yang dilakukan tanggal 01 sampai 05 Juni 2013.

Dalam laporan tersebut dijelaskan pada tahun 2013 total jumlah bayi yang memiliki Status  Gizi Awas, Gizi kurang, dan gizi buruk di wilayah Kabupaten Dompu adalah sebanyak 1005 bayi. Kenyataan ini seharusnya memaksa pemerintah Kabupaten Dompu untuk memberi perhatian lebih dalam penanganaan masalah status gizi bayi yang cukup menghawatirkan ini.

Dari total belanja Dinas Kesehatan (Dikes)tahun 2013 yakni sebesar Milliyar Rupiah, anggaran belanja tidak langsung dialokasikan sebesar 19,6 millyar rupiah atau sebesar 61% dari total belanja dinas kesehatan. Sedangkan anggaran untuk belanja langsung hanya dialokasikan sebesar  12,6 milliyar rupiah atau sekitar 39% dari total belanja Dikes.

Tidak hanya itu, laporan tersebut juga mengungkapkan dari total alokasi belanja langsung Dikes sebesar 12, 6 milliyar rupiah tersebut, masih pula digunakan untuk membiayai beberapa kegiatan-kegiatan administratif seperti belanja perlengkapan kantor senilai 126,5 juta rupiah atau sebesar 1% dari total belanja langsung. Selain itu anggaran tersebut juga digunakan untuk kembali membiayai Honor PNS dan Non PNS diluar gaji masing-masing PNS tersebut yakni sebesar 730,6 Juta rupiah atau sebesar 6% dari anggaran belanja langsung.

Disamping itu, anggaran belanja langsung yang tidak banyak ini masih pula harus digunakan untuk membiayai belanja Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) sebesar 201,3 Juta rupiah atau sebesar 2% dari total belanja langsung Dikes.

Sedangkan Biaya perjalanan Dinas juga tidak kalah besarnya. Tidak tanggung-tanggung, 719,6 juta rupiah atau 6% dialokasikan untuk membiayai perjalanan dinas yang dilakukan para pejabat Dikes selama tahun 2013 dari total belanja langsung Dikes sebesar 12,6 M itu.

Jumlah ini melampaui belanja yang benar-benar digunakan untuk kegiatan penanganan Gizi Buruk yang dinikmati masyarakat Dompu yakni hanya sebesar 145,3 juta rupiah atau hanya 1,6 % dari total belanja langsung Dikes atau hanya sebesar 0,02% dari total APBD Dompu sebesar 669,3 M.

Dalam laporan ini PATTIRO juga merekomendasikan agar pemerintah Kabupaten Dompu mengurangi anggaran yang dinilai mubazir pada belanja langsung Dikes seperti belanja ATK, Honor, Tupoksi, dan biaya Perjalanan Dinas serta meningkatkan alokasi anggaran untuk penanganan gizi buruk yang dinilai masih belum cukup.

Selain itu Pattiro juga mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Dompu lebih banyak membuat kebijakan di sector kesehatan yang berorientasi pada penanganan Gizi Buruk dibanding mengalokasikan anggaran untuk kegiatan birokrasi.[Oz] -05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru