Kekeluargaan Adalah Kunci Andalan


 KM Sanggicu: Dorebara salah satui desa yang berada dikecamatan Dompu yang terletak disebelah selatan Kabupaten Dompu, Desa yang belum pernah muncul diPublik dengan nama keburukan serta kericuhan seperti desa ataupun tempat lainnya yang berada di Kabupaten Dompu.

 

Selain struktur pemerintahan yang kuat serta mematuhi aturan yang berlaku untuk kedamaian dan ketentraman masyarakatnya, serta penyelesaian masalah yang digunakan yang paling kuat dengan sistim kekeluargaan, seperti yang diutarakan oleh kadfes Dorebara " penyelesaian secara kekeluargaan itu sangatberpengaruh serta sangat menyentuh jika dibandinkan dengan penyelesaian secara hukum yang justru menyimpan sengketa." Ujar Drs Tamziddun

 

Sebelumnya kemarin Rabu 08/01 terdengar kabar buruk yang justru membuat geger untuk masyarakat desa Dorebara, kabar tersebut bermula sampainya beberapa tulisan yang tertuang dalam selembar nota ukuran kecil dari anak muda desa tetangga yakni desa Mbawi yang bermaksud mengajak anak muda desa Dorebara untuk bertarung duet maupun perang ditempat yang tercantum dalam surat tersebut bertujuan menyelesaikan masalah yang sebelumnya terpicu disaat hiburan dangdutan malam.

 

Akan tetapi peperangan dan pertarungan duet antar anak muda kedua desa tersebut tercium oleh beberapa masyarakat desa Dorebara, setelah mendengar laporan dari warganya, kades Dorebara dengan didampingi beberapa warga, staf desa serta wakil pemuda langsung mendatangi tempat yang sebelumnya dijanjikan dan menanyakan masalah yang sebenarnya, setelah mendapati penjelasan yang sebenarnya, kades Dorebarapun memanggil beberapa perwakilan antara pemuda kedua desa tersebut dan langsung dibawa kekantor desa untuk mendapatkan penjelasan dan memintai keterangan, ternyata masalahnya seperti yang diceritakan sebelumnya.

 

Setelah diketahui kronologi kejadian yang sebenarnya, akhirnya jalan terbaik yang dipilih antara kedua pemuda yang mewakili kedua kelompok pemuda desa Dorebara dan Mbawi yaitu berdamai dari pada menimbulkan korban serta perpecahan.

 

Akhirnya kedua kubu saling bermaaf-maafan, dan kades dorebara menghimbau kepada warga masyarakat yang hadir agar selalu mencintai kedamaian dan menghindari sesuatu keburukan sekecil manapun, karena dengan bermusuhan tidak akan membuahkan hasil yang manis melainkan pertumpahan darah dan korban. Azis red

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru