logoblog

Cari

PMI NTB latih Relawan untuk Hunian Semantara Tahan Gempa

PMI NTB latih Relawan untuk Hunian Semantara Tahan Gempa

Sebanyak 36 relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dari enam Kabupaten, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengikuti Pelatihan Hunian Aman – yang

Pelayanan Publik

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
22 November, 2019 18:46:49
Pelayanan Publik
Komentar: 0
Dibaca: 1955 Kali

Sebanyak 36 relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dari enam Kabupaten, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengikuti Pelatihan Hunian Aman – yang dikhususkan  saat kondisi tanggap darurat, dan pemulihan setelah bencana alam terjadi.  Kegiatan ini menjadi penting, guna meningkatkan kemampuan relawan dalam memberikan pertolongan dan pelayanan kemanusiaan, dan juga kemanan bagi “survivor” bencana, maupun relawan sendiri yang bertugas.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh PMI Provinsi NTB di beberapa tempat yang ada di Kota Mataram, dan didukung penuh oleh IFRC (International Federation Red Cross and Red Crescent),  telah berlangsung sejak 15 November dan ditutup Jumat, 22 November 2019 ini, dengan materi terakhir, “praktik membuat shelter dan assessment masyarakt yang mengalami trauma.

“Kami rancang kegiatan ini berdasarkan pengalaman kebencanaan yang pernah terjadi di Indonesia. Istimewanya sekarang kami juga menambahkan materi muatan local- yang disesuaikan juga dengan kearifan local masing-masing daerah,” jelas Ahyanto, salah seorang fasilitator training yang juga Korlap Kebencanaan PMI Lombok Timur.

Muatan local yang dimaksud Ahyanto adalah membuat batako danPelatihan ini melibatkan 8 fasilitator yang sudah terlatih dalam tanggap darurat bencana yangsalah satunya berasal dari Kota Palu. pasak, dalam mendirikan hunian aman, termasuk kearifan local. Ahyanto menambahkan, selama dua hari terakhir training, peserta juga diberikan kesempatan melakukan praktik lapangan. Baik membuat hunian aman ramah gempa paska pemulihan dengan menggunakan batako dan pasak, lalu membuat berbagai macam hunian di saat tanggap darurat bencana. Mereka juga langsung praktik menghadapi masyarakat yang mengalami traumatik.

Pelatihan ini melibatkan 8 fasilitator yang sudah terlatih dalam tanggap darurat bencana yangsalah satunya berasal dari Kota Palu.

 

Baca Juga :


“Situasi praktek pelatihannya- simulasinya kami  buat sedekat mungkin dengan kondisi nyatanya. Mereka harus serius melakukannya. Karena situasi bencana tidak bisa dilakukan dengan main-main. Kami ingin memastikan para relawan kami bisa meningkat ketrampilan, dan pengetahuannya. Karena kami juga termasuk yang salah satu pihak yang akan menjadi garda terdepan memberikan layanan, dan pertolongan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana,” jelas Ahyanto.

Ahyanto juga menambahkan, para relawan dalam pekerjaan kemanusiaannya juga dituntut mengikuti pedoman dan Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Internasional.

Salah satu peserta, Kusumahadiwijaya, relawan PMI dari Lombok Timur, mengatakan, selama enam hari día mengikuti pelatihan dan praktik lapangan, membuka kapasitas dirinya  lebih baik lagi. Terutama dalam hal pengetahuan dan mempertajam pengalamannya saat membantu di daerah-daerah kebencanaan kelak. (**)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan