logoblog

Cari

Desa Wisata Dan Mitigasi Bencana Dibahas Seminar Pedesaan Asia

Desa Wisata Dan Mitigasi Bencana Dibahas Seminar Pedesaan Asia

Melawan Kemiskinan dari Desa, dengan pariwisata desa dan mitigasi bencana yang merupakan bagian program unggulan Pemrov. NTB yang diangkat dalam Seminar

Pelayanan Publik

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
21 November, 2019 15:54:25
Pelayanan Publik
Komentar: 0
Dibaca: 2397 Kali

Melawan Kemiskinan dari Desa, dengan pariwisata desa dan mitigasi bencana yang merupakan bagian program unggulan Pemrov. NTB yang diangkat dalam Seminar Internasional tentang Sosiologi Pedesaan dan Pengembangan Masyarakat se Asia, yang diselenggarakan oleh ARSA (Asian Rural Sociological Association) atau Asosiasi Sosiologi Pedesaan Asia.

Pelaksanaan Seminar ini menjadi momentum Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Universitas Mataram (Unram),  yang memprakarsai penyelenggaraan di NTB mengusung isu lokal tentang mitigasi kebencanaan dan pariwisata di desa.

Koordinator dan seklaigus Anggota ARSA (Asian Rural Sociological Association) Indonesia Ir. H. Rosiady Husaenie Sayuti, M.Sc, P.hD. mengatakan pada kegiatan ini, Pemerintah Daerah akan mengangkat isu pengentasan kemiskinan. “Ini kesempatan kita, pada seminar bertaraf internasional untuk mengangkat tema kelokalan di daerah kita,” kata Rosyadi Sayuti.

Kemudian lanjut K Ros, sapaan akrabnya, seminar ini mengusung tema, "Melaksanakan Ilmu Pengetahuan Pedesaan untuk Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan", merupakan kegiatan yang mendukung percepatan pembangunan di NTB. Termasuk dalam percepatan Sustainable Development Goals, program pembangunan dunia untuk mensejahterakan masyarakat dunia.

Ia menambahkan,  bahwa program desa wisata dan mitigasi bencana akan menjadi materi pembahasan dalam seminar tersebut. Sesuai juga dengan program unggulan NTB Gemilang. Penetapan 99 Desa Wisata se-NTB oleh Gubernur Zulkieflimansyah,  harus di dukung dengan langkah kongkrit Kabupaten/Kota dalam terus mengawal desa.

Pada seminar ini juga, ajang evaluasi juga untuk program 99 Desa Wisata, sudah sejauh mana langkah dan upaya yang dilakukan dalam membangun desa wisata sebagai basis lokak meningkatkan ekonomi bagi masyarakat desa. “Program itu harus ada evaluasi dan progresnya, sehingga kalua stagna bias dicari solusinya. Saya juga akan paparkan pengalaman menurunkan angka kemiskinan selama 10 tahun yang lalu,” kata mantan Sekda NTB ini, Kamis (21/11/2019).

Untuk itu, akan hadir pakar dan narasumber yang berkompoten dari 6 negara, yaitu Australia, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Thailand, Philipina, dengan 156 peserta pada kegiatan seminar. Ada yang ahli tentang wisata desa, mitigasi bencana dan hal lainnya. “Kita diskusikan dan sharing bersama ilmuwan dunia tentang pengembangan desa wisata dan mitigasi bencana di NTB,” tambahnya

Selain tentang desa wisata, materi kelokalan yang dibahas adalah tentang kebencanaan. NTB yang telah setahun pulih dari musibah bencana gempa bumi harus belajar bagaimana menghadapi bencana. Permasalahan bencana tidak dapat dihindari. Namun cara mengahadi bencana yang harus dipelajari.

 

Baca Juga :


“Hadir pakar kebencanaan dari Australia, melalui disiplin ilmunya mengulas informasi  tentang bencana dan Tangguh mengahadi bencana, mitigasi bencana yang akan dipaparkan bagi masyarakat desa,” tutur Guru besar Unram ini.

Dr. Ir. Agus Purbathin Hadi, M. S.i, selaku ketua kegiatan tersebut menyatakan hal ini merupakan upaya kolaborasi antara pemerintah dengan universitas guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di desa karena kegiatan ini disertai dengan presentasi dan publikasi hasil penelitian dari berbagai pihak. “Ini adalah momentum kolaborasi yang baik untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di desa,” ungkapnya.

Dia menambahkan, wilayah Nusa Tenggara Barat merupakan wilayah pedesaan yang potensial sehingga kebijakan dan studi yang berhubungan dengan pedesaan sangat dibutuhkan. “Dibutuhkan penelitian dan kebijakan yang tepat untuk membangun wilayah pedesaan kita. Potensi pedesaan kita sangat besar. Itulah sebabnya acara ini dilakukan, supaya kebijakan-kebijakan yang dihasilkan nanti berdasarkan riset dan pro masyarakat pedesaan” tambahnya.

Agus berharap kegiatan ini bisa menjadi wadah yang baik bagi pemerintah, akademisi, praktisi dan semua instistusi atau komunitas masyarakat untuk berkontribusi bagi pembangunan di wilayah NTB. Selain itu, Ia juga berharap kegiatan seminar ini bisa dilakukan secara berkelanjutan.

Seminar ini bertujuan untuk mengetahui konsep dan teori penerapan yang lebih efektif tentang pembangunan masyarakat berdasarkan studi ilmiah saat ini yang dilakukan di seluruh dunia. Beberapa hal yang menjadi fokus pembangunan seperti pengentasan kemiskinan, isu lingkungan hidup, pariwisata pedesaan, komunikasi dan kerjasama, penyuluhan dan komunikasi pedesaan dan masalah lintas sectoral.

Rangkian kegiatan dilaksanakan mulai 20-23 Oktober 2019 di Aruna Senggigi Resort and Convention. Fokus pada pembangunan berkelanjutan di desa. Kegiatan dibagi beberapa sesi yakni sesi umum, sesi parallel, dan sesi khusus. Pada sesi umum, keynote speaker akan memberikan paparan materi mengenai kebijakan dan perkembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pedesaan. Semetara sesi parallel akan berlangsung dengan presentasi hasil-hasil penelitian dari peserta yang kemudian akan dipublikasikan di jurnal dan prociding yang terindeks. (IE)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2020 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan