logoblog

Cari

Menuju 4,5 juta Wisatawan, Jaga Lingkungan dan Bangun Sinergi

Menuju 4,5 juta Wisatawan, Jaga Lingkungan dan Bangun Sinergi

Mengawali sambutannya Wakil Gubernur Dr. Ir. Hj. Rohmi Djalilah, M. Pd menyebutkan, NTB merupakan surga yang dititipkan Allah di bumi ini

Pelayanan Publik

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
09 Oktober, 2019 17:17:40
Pelayanan Publik
Komentar: 0
Dibaca: 272 Kali

Mengawali sambutannya Wakil Gubernur Dr. Ir. Hj. Rohmi Djalilah, M. Pd menyebutkan, NTB merupakan surga yang dititipkan Allah di bumi ini kepada kita. Banyak komentar yang mengatakan daerah ini Surga yang ada di Bumi.

"NTB adalah Surga,maka mari kita jaga daerah kita ini," kata Hj. Rohmi Djalilah saat mengawali sambutannya pada acara Rakor Pariwisata Daerah 2019, untuk Sinkronisasi Program Kepariwisataan, Menuju 4,5 juta Wisatawan Lombok Sumbawa 2020, Rabu (9/10/2019) di Lombok Raya, Mataram NTB.

Menurut Wakil Gubernur, kunci untuk mendatangkan wisatawan adalah berikan pelayanan rasa aman dan nyaman kepada mereka. Mulai dari kebersihan lingkungan dan keramah tamahan. Sehingga wisatawan merasa bahagia mengunjungi NTB.

Wisatawan luar negeri termasuk dalam negeri saat mengunjungi sebuah destinasi wisata yang diperhatikan adalah kebersihan dan kerapian lingkungannya baik dari sampah atau limbah lainnya, kebersihan penginapan mauoun toiletnya dan keamanan tempat tesebut. "Kalau destinasi wisata itu bersih dari sampah, toiletnya harum, masyarakatnya ramah, saya yakin wisatawan akan senang dan bahagia berkunjung dan akan bercerita kepada dunia tentang destinasi wisata tersebut, wisatawan ini media promosi langsung loh," tegas Wagub.

Sehingga lanjutnya, permasalahan lingkungan perlu benar-benar diperhatikan. Kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan masih dilakukan di daerah kita. Sampah masih ditemui disungai, digunung dan dilaut. "Masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan, sehingga sampah plastik, botol mineral atau sampah lainnya ada dilaut atau gunung dan tidak akan hancur puluhan tahun,"

Kebiasaan masyarakat ini yang perlu terus di berikan pemahaman untuk memilah dan mimilih sampah organik maupun non organik. Yang kemudian sampah ini dikelola dengan baik sehingga memiliki nilai ekonomi untuk masyarakat juga. Kesadaran yang tumbuh dari masyarakat ini modal juga untuk ikut berperan mendatangkan wisatawan. Ketika semua ini dilakukan maka NTB Zero Waste, bebas dari sampah tercapai, sebagai potensi mendatangkan pariwisata juga.

"Saya selalu ditanya, kenapa pemerintah Gubernur Doktor Zul dan Ummi Rohmi mengurus masalah sepele seperti sampah, saya katakan bahwa isu global dunia adalah masalah lingkungan. Menjaga lingkungan dengan mengelolah sampah adalah modal kita menjaga alam untuk masa depan kita," ungkap Ummi Rohmi didepan Kadis Pariwisata dan perwakilan dari Kementerian Pariwisata RI.

Disamping itu lanjut Wagub, Pemrov. NTB telah menetap 99 Desa Wisata di NTB, maka integrasi desa wisata dan bank sampah harus dilakukan, sehingga tercapai rencana kita untuk mendatangkan wisatawan. Kemudian tata kelola desa dan SDM nya juga diperkuat. Termasuk promosi dan publikasi di era digital ini dimanfaatkan dengan baik untuk mendongkrak wisatan.

Wagub juga menegaskan, bahwa Kunci untuk mensukseskan sebuah rencana atau program adalah sinergiritas, kebersamaan dan gotong antar semua lembaga dan masyarakat. Termasuk untuk mendatangkan wisatawan mancanegara maupun domestik di NTB.

"Semua program ataupun tugas yang telah di rencanakan baik dari pemerintah pusat, daerah atau lembaga lain, bila dilaksanakan dengan kebersamaan dan tanggungjawab sesuai topoksi, yakinlah angka 4,5 juta Wisatawan yang datang ke daerah kita akan tercapai," tegas Wagub didepan 20 Kades Wisata se NTB.

Disamping itu lanjutnya, semua hal yang kurang dan minim baik itu infrastruktur maupun sumber daya manusianya, harus secara jujur dibicarakan, sehingga kekurangan ini dibenahi dan diperbaiki bersama. "Disinikan berkumpul semua daerah 10 Kabupaten/Kota, pelaku pariwisata, maka pahami tupoksi dan petakan kekurangan dan kelebihan bidang pariwisata di daerah untuk diperbaiki dan terus dikembangkan dari hasil rakor ini,"harap wanita yang akrab disapa Ummi Rohmi ini.

 

Baca Juga :


Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB H. Lalu Moh. Faozal., S.Sos., M.Si menyampaikan strategi pengembangan kepariwisataan menuju 4.5 juta wisatawan tahun 2020. Menurutnya visi-misi NTB Gemilang yang di era kepemimpinan Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M. Sc melalui program unggulannya menguatkan pariwisata di NTB. Dengan Misi NTB Asri dan Lestari melalui pengelolaan SDA dan lingkungan yang berkelanjutan, kita dapat mengembangkan fungsi konservasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Sehingga penataan sarpras, pembenahan amenitas dan peningkatan kelembagaan masyarakat serta tata kelola geosite, termasuk SDMnya harus terus ditingkatkan, bahkan pembentukan bank sampah untuk mendukung Zero Waste dalam upaya menjaga lingkungan yang bersih disetiap desa wisata terus kami dorong, ” tutur Kadis Pariwisata NTB.

Ia menambahkan,  pengembangan pariwisata harus memiliki aspek pembangunan kepariwisataan daerah yang meliputi destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, industri pariwisata dan organisasi kepariwisataan. Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) harus dikembangkan seperti Kawasan pantai atau gili, geopark yang dikemas dengan menarik. Cara lain dengan mengintervensi 99 desa wisata secara terencana dan bertahap.

Disamping itu, setelah mempersiapakan segala strategi pada infrastruktur dan SDM yang tidak kalahpentingnya adalah mempromosikan pariwisata sehingga wisatawan mancanegara maupun dalam negeri mengetahui tentang keindahan dan kenyamanan saat berkunjung ke NTB. Di era digital dengan perkembangan media social, maka promosi media digital cukup efektif. Kemudian lanjutnya, dukungan seperti penambahan dan pembukaan direct flight nasional dan internasionalpeningkatan, peningkatan dan penambahan kualitas dan kapasitas pelabuhan dan membangun konektifitas antar destinasi.

Kemudian lanjut Faozal, pembangunan kepariwisataan merupakan integrasi antara pembangunan sarana dan prasarana daya tarik serta manusia di destinasi pariwisata. Kita harus dapat menjaga dan melestarikan daya tarik wisata,  membantu terciptanya suasana aman, tertib, bersih, berperilaku santun dan menjaga kelestarian lingkungan destinasi pariwisata, sehingga harapnnya  jumlah kunjungan wisatawan ke Lombok dan Sumbawa terus meningkat .

Maka dengan Rakor pariwisata ini akan  bisa menjadi acuan sinergitas antara semua pihak dalam membangun pariwisata. Dengan mendapatkan berbagai masukan dari peserta yang hadir, maka kesamaan persepsi, kesamaan visi dan misi, tukar-menukar informasi, kerjasama dan koordinasi antar OPD  dan antarPropinsi dengan kabupaten/Kota dapat tercipta. “Karena saat ini pariwisata bukan lagi sektor yang bisa dikesampingkan. Pariwisata memiliki peranan yang penting dalam pembangunan, maka semua pihak harus bersama-sama mengembangkannya,” jelas Faozal.

Ia menambahkan, kita ingin membangun sinergitas dengan semua pihak, Pemerintah Kabupaten/Kota se NTB, bidang pemasaran, kelembagaan , atraksi dan destinasi pariwisata dalam event2 dan kegiatan-kegiatan  bersama tahun 2020. Merancang Bersama program dari saran dan masukan terkait pengelolaan dan pembangunan destinasi wisata .

“Sesuai saran Gubernur dan Wakil Gubernur, bahwa meningkatkan komitmen stakeholder terkait sinergitas  di antara para-pihak di jajaran Pemerintah maupun Swasta dalam pengembangan kepariwisataan di NTB,” ungkap Miq Faozal.

Menandai iktiar menuju 4,5 juta Wisatawan Lombok Sumbawa 2020, Wakil Gubernur Dr. Ir. Hj. Rohmi Djalilah, M. Pd, di damping Staf Ahli Kementerian Pariwisata RI Anang Sutono, Kadispar H. Lalu Moh. Faozal, Kadis Pemuda dan Olahraga Ir Husnanidiaty Nurdin , Kadis Perdaganagan NTB Hj Putu Selly Andayani,  Direktur ITDC I Gusti Ngurah Ardita, GM Angkasa Pura I LIA Nugroho Jati, melakukan pemukulan gendang. (Edy-Dinas Kominfotik NTB)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan