logoblog

Cari

Wujudkan Masyarakat Tertib Frekuensi

Wujudkan Masyarakat Tertib Frekuensi

Mewujudkan masyarakat tertib frekuensi Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Mataram bekerjasama dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB

Pelayanan Publik

Syarlaili Humairoh
Oleh Syarlaili Humairoh
22 September, 2019 11:29:48
Pelayanan Publik
Komentar: 0
Dibaca: 1020 Kali

Mewujudkan masyarakat tertib frekuensi Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Mataram bekerjasama dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB dalam gelaran Inspiratif Expo bersamaan dengan Hari Bakti Postel Ke – 74 melakukan sosialisasi penggunaan spektrum frekuensi radio bertajuk “ implementasi perizinan online e – licensing dan pengawasan frekuensi radio untuk mewujudkan tertib pengguna frekuensi dan perangkat telekomunikasi” berlangsung di CFD Udayana, Minggu (22/09).

Spektrum frekuensi radio adalah sumber daya alam terbatas yang dikuasai oleh negara. Penggunaan spektrum frekuensi radio antara lain untuk keperluan penyelenggaraan jaringan telekomunikasi, penyelenggaraan telekomunikasi khusus, penyelenggaraan penyiaran, navigasi dan keselamatan, Amatir Radio dan KRAP, serta sistem peringatan dini bencana alam yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Kepala Balmon Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Mataram Komang Sudiarta, SH., MH mengungkapkan bahwa Kementerian Kominfo terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan publik salah satunya melalui perizinan secara online. 

“Melalui pelayanan online, hal ini nampak sekali perubahan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, karena proses perizinan yang masih secara manual membutuhkan waktu dari 14 hingga 45 hari, namun dengan menggunakan e – licensing bisa selesai dengan satu hari namun apabila sudah memenuhi persyaratan dan administrasi perusahaan dan juga telah memenuhi standarisasi balai uji” tuturnya.

 

Baca Juga :


Pemenuhan frekuensi radio harus dilengkapi dengan Izin Stasiun Radio (ISR) dan perangkat yang digunakan harus telah terstandarisasi agar tidak terjadi gangguan. “Selain itu, untuk pengawasan di lapangan sudah menjadi tugas Balmon, yaitu untuk melakukan observasi dan monitoring seluruh pemancaran radio yang ada di wilayah NTB dan melaksanakan pengawasan dan penertiban bagi pengguna frekuensi ilegal serta pengawasan penjualan perangkat yang belum tersertifikasi atau terstandarisasi, hal ini dilakukan agar pengguna frekuensi radio dapat digunakan secara efektif, efisirn dan tidak saling mengganggu satu sama lainnya” jelasnya.

Di NTB sebanyak kurang lebih 15.000 ISR  yang sudah melakukan perizinan, penemuan yang tidak berizin sebanyak kurang lebih 50 penemuan. “Kita fokus sosialisasi kepada masyarakat betapa pentingnya untuk melakukan perizinan ISR, dan sekaligus kita menghimbau kepada seluruh masyarakat NTB pengguna frekuensi radio dan perangkat telekomunikasi wajib mengurus izin ke Balmon NTB” tutupnya. (serly – Diskominfotik)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan