logoblog

Cari

Usulkan Balai Kriya Dekranasda NTB Jadi Galeri UKM

Usulkan Balai Kriya Dekranasda NTB Jadi Galeri UKM

Balai Kriya Dekranasda NTB dapat menjadi sebuah wadah bagi pelaku usaha kerajinan untuk dapat memamerkan atau memasarkan hasil kerajinan sehingga dapat

Pelayanan Publik

Syarlaili Humairoh
Oleh Syarlaili Humairoh
14 Agustus, 2019 18:58:22
Pelayanan Publik
Komentar: 0
Dibaca: 1700 Kali

Balai Kriya Dekranasda NTB dapat menjadi wadah pelaku usaha kerajinan dalam pamerkan atau pasarkan hasil kerajinan sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah.

“Saya berharap kantor ini dapat sekaligus sebagai galeri untuk membantu pemasaran hasil produk para UKM, agar dapat menunjang sektor pariwisata khususnya souvenir untuk wisatawan” tutur Hj. Mufidah Jusuf Kalla saat peresmian Balai Kriya Dekranasda NTB di Jalan Langko, Mataram, NTB, Rabu (14/08).

Berbagai kerajinan lahir di NTB seperti kerajinan kain tenun, industri ketak, produk batok kelapa, mutiara dan sebagainya, ini adalah bentuk dari kreatifitas masyarakat dalam mewujudkan masyarakat mandiri dan sejahtera dengan memanfaatkan  bahan baku lokal yang ada disekitar. Selain itu diperlukan usaha kepada pelaku UKM  untuk lebih giat dalam melakukan promosi dan pemasaran kepada para wisatawan.

Selaku Ketua Umum Dekranas, Mufida sangat mengapresiasi peran pengurus Dekranasda NTB dalam membina produk kerajinan di NTB.

“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada dekranasda NTB bahwa hal ini membuktikan keseriusan untuk menjalankan tanggung jawab” jelasnya.

 

Baca Juga :


Di Indonesia khususnya NTB industri kerajinan kriya yang merupakan bagian dari ekonomi kreatif memiliki pertumbuhan yang sangat cepat. Kerajinan anyaman ketak di Lombok terdapat di tiga kabupaten yaitu kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur, dengan 64 sentra. 

Perlunya dukungan Dekranas  disampaikan oleh Ketua Dekranasda NTB Hj. Niken Saptarini Widyastati untuk memberikan bantuan, bimbingan dan arahan agar kerajinan tradisional dapat terus bersaing di kancah internasional maupun nasional. "Kami sangat membutuhkan bantuan, bimbingan dan arahan dari pusat, agar tenun NTB bisa sejajar dengan tenun lain dan diterima diberbagai kalangan" jelas Hj. Niken. (ely TM)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan