logoblog

Cari

e-Kinerja Berbasis BSC Diapresiasi Kemenpan RB RI

e-Kinerja Berbasis BSC Diapresiasi Kemenpan RB RI

Salahasatu langkah konkrit Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam meningkatkan tata kelola pembangunan agar fokus pada pencapaian indikator RPJMD, menggunakan aplikasi

Pelayanan Publik

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
05 Agustus, 2019 18:41:19
Pelayanan Publik
Komentar: 0
Dibaca: 1309 Kali

Salahasatu langkah konkrit Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam meningkatkan tata kelola pembangunan agar fokus pada pencapaian indikator RPJMD, menggunakan aplikasi E-Kinerja dengan metode Balance Score Card (BSC), diapresiasi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Republik Indonesia Drs. Syafruddin, M. Si.

Menteri PANRB ini, mengapresiasi trobosan yang dilakukan oleh NTB ini. Menurutnya , Sistem ini sangat bagus untuk diterapkan oleh instansi pemerintahan dan saya sangat mengapresiasi trobosan bagus dari pemerintah NTB ini, tuturnya, Senin, (5/8/2019) di Ruang Tamu Menteri PANRB Kantor Kementerian PANRB Jakarta.

Menteri Syafruddin berpesan, Pemprov NTB harus dapat menggandeng seluruh Kabupaten/Kota yang ada di NTB untuk juga menggunakan sistem BSC ini. “Pemprov NTB harus bisa juga mengajak para Bupati dan Walikota untuk menggunakan BSC ini,”jelasnya.

Saat ini, Pemerintah Provinsi NTB menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menggunakan E-Kinerja dengan metode BSC ini.

Sementara itu sebelumnya , Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan kepada Menteri Syafruddin, penerapan E-Kinerja berbasis BSC ini merupakan trobosan baru di NTB dalam upaya untuk mempermudah melakukan monitoring dan evalusasi terhadap semua program yang ada di lingkup Pemprov NTB.

“Bapak Menteri, kami sampaikan bahwa, BSC ini trobosan baru yang coba kami lakukan dalam upaya untuk meningkatkan tata kelola pembangunan dan transparansi penyelenggaraan program-program di seluruh OPD lingkup Pemprov NTB,” papar Wagub.

Penggunaan aplikasi E-Kinerja dengan metode Balance Score Card (BSC) yang diintegrasikan dengan sistem pengukuran kinerja para pejabat struktural beserta seluruh  ASN pengelola kegiatan dan penyelenggara pelayanan publik.

Sedangkan, Asisten II Setda NTB Ir. H. Ridwansyah yang ikut mendampingi Wagub menambahkan, melalui BSC ini, maka semua sumber daya  ikut bergerak dan berperan, termasuk ikut memantau.

 

Baca Juga :


“Melalui BSC ini, kepala daerah setiap saat dapat mengetahui progress pelaksanaan program/kegiatan dan program-program unggulan di semua OPD", tambahnya.

Demikian juga para Kepala Perangkat Daerah, lanjut Ridwansyah dapat memantau kinerja bawahannya dan seterusnya, sehingga ketika terjadi permasalahan, dapat segera diatasi.

“Dengan menggunakan Aplikasi BSC, maka seluruh rincian program/kegiatan dan alokasi anggarannya serta progres/capaian kinerja dari tiap-tiap pejabat di seluruh Perangkat Daerah sebagai pengelola atau penanggungjawab kegiatan, dapat dipantau secara riil time oleh Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda dan Para Kepala OPD melalui Dashboard/layar pemantau yang ada diruang pimpinan,” jelasnya.

Balanced score card  merupakan sistem manajemen strategis/aplikasi yang dapat membantu menunjukkan indikator outcome dan output yang jelas, indikator internal dan eksternal, indikator keuangan dan non-keuangan, dan indikator sebab dan akibat. Serta dapat diterapkan  tidak hanya pada saat menyusun rencana alokasi anggaran dan menyusun manajemen kinerja. Melainkan juga untuk sosialisasi terhadap kebijakan baru, memperoleh umpan balik serta meningkatkan kapasitas dan aktivitas kinerja SDM.

Selain Asisten II Setda NTB, hadir juga mendampingi wagub adalah Asisten 1 Dra.Hj.Eva Nurcahyaningsih M.Si dan Asisten III Ir.Hartina M.Si.  (Humas NTB-Edy TM)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan