logoblog

Cari

Gubernur Minta Fasilitator Percepat Hunian Terdampak Gempa

Gubernur Minta Fasilitator Percepat Hunian Terdampak Gempa

Proses rehabilitasi dan rekontruksi pasca gempa menjadi lebih cepat dan sederhana dalam penanganannya. Apalagi ditambah dengan adanya fasilitator terpadu yang terdiri

Pelayanan Publik

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
15 Januari, 2019 19:51:07
Pelayanan Publik
Komentar: 0
Dibaca: 8993 Kali

Proses rehabilitasi dan rekontruksi pasca gempa menjadi lebih cepat dan sederhana dalam penanganannya. Apalagi ditambah dengan adanya fasilitator terpadu yang terdiri dari TNI, Polri dan masyarakat sipil.  Hal tersebut disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulkieflimansyah, Selasa (15/1/19), usai melaksanakan Upacara Pembukaan Operasi Teritorial TNI dan Pemberangkatan Fasilitator Terpadu di Wilayah NTB di Lapangan Gunung Sari Lombok Barat.

Doktor Zul, meminta fasilisator terpadu bergerak cepat  dalam proses rehabilitasi dan rekontruksi pasca gempa, khusunya dalam menangani hunian bagi masyarakat korban gempa bumi.

“Kita sudah memiliki fasilitator yang terdiri dari TNI, Polri dan masyarakat, saya yakin mudah-mudahan dengan operasi terorotial untuk membangunan hunian bagi masyarakat terdampak gempa akan meningkat tajam,” harap Gubernur.

Meningkatnya jumlah fasilitator dalam penanganan korban gempa ini, akan lebih mempermudah masyarakat memiliki hunian yang layak sehingga tidak lagi terkendala pencairan dana, bentuk rumah dan proses administrasi lainnya.

“Persoalan kurangnya fasilitator teratasi dengan adanya 1000 fasilitator yang terdiri dari masyarakat sipil dan ditambah Babinsa dan Babinkamtibmas, sehingga tidak ada lagi kekurangan fasilitator dalam rekonstruksi pasca gempa,” jelas Gubernur.

Target pembangunan ini harus secepat mungkin, karena pilihan rumahnya berbeda setiap masyarakat, “Kita sudah berkoordinai dengan pemerintah pusat untuk menyediakan lebih banyak alternatif,  ada RISHA, RISBA, RISBARI, RIKA, RIKO dan lainnya, mudah-mudahan dengan banyak pilihan dan fasilitator, akan lebih mudah terlaksananya berbagai program rehab,” jelas Doktor Zul.

Sementara itu, Komandan Korem162/WB Kolonel C.Z.I. Ahmad Rizal Ramdani menjelaskan, Operasi Teritorial TNI Korem 162/WB di wilayah Prov. NTB tahun 2019 merupakan upaya mempercepat proses rehab rekon pasca bencana alam gempa bumi di wilayah NTB.

 

Baca Juga :


“Operasi ini dapat mempercepat terwujudnya percepatan pembangunan rehab rekon pembangunan sarana prasarana umum atau infrastruktur yang lebih baik sehingga mendukung program pembangunan rumah masyarakat yang rusak akibat gempa,” jelas Kolonel C.Z.I. Ahmad Rizal Ramdani.

Untuk mendukung dan membantu pemerintah dalam percepatan terpadu mempercepat proses rehabilitasi dan rekontruksi pasca gempa  telah dibentuk fasilitator yang memadai terdiri dari  Babinsa 500 orang, Babinkamtibmas 500 orang fasilitatir dari sipil 1000 orang. “Dengan 2000 orang sudah mampu mendampingi masyarakat dalam rehab dan rekon,” kata Danrem.

Diharapkan dengan adanya fasilitator ini, Insya Allah pencairan bisa lebih cepat sehingga target 1000 rumah diakhir bulan ini bisa terlaksana. Disamping Huntara, TNI dan Pemerintah akan membangun sumur bor untuk masyarakat pada 8 titik. Walaupun musim hujan, tapi antisipasi dimusim kemarau juga perlu sumur untuk air bersih.

Menandai upacara pembukaan operasi teritorial TNI dan pemberangkatan fasilitator terpadu di wilayah NTB, Gubernur didampingi Kapolda NTB, Danrem 162/WB, kepala BPBD, Kadis Kominfotik dan sejumlah kepala OPD melakukan pemukulan Gendang Belek dan penyerahan alat kerja pertukangan secara simbolis oleh Gubernur kepada peserta fasilisator terpadu. (Edy)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan