logoblog

Cari

Tutup Iklan

Peringati Hari Santri Nasional Kominfotik NTB Gelar FGD Pesantren

Peringati Hari Santri Nasional Kominfotik NTB Gelar FGD Pesantren

Peran pesantren dalam perjalanan bangsa Indonesia sangat besar. Sejarah mencatat keterlibatan santri memerdekakan bangsa ini selalu terdepan. Tidak bisa dipandang sebelah

Pelayanan Publik

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
21 Oktober, 2018 17:35:46
Pelayanan Publik
Komentar: 0
Dibaca: 3060 Kali

Peran pesantren dalam perjalanan bangsa Indonesia sangat besar. Sejarah mencatat keterlibatan santri memerdekakan bangsa ini selalu terdepan. Tidak bisa dipandang sebelah mata bahkan pesantren lahir jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.

Hal ini yang sampaikan oleh Sekertaris Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Fairuz Abadi mewakili Kepala Dinas Tribudi Prayitno, membuka Group Discussion (FGD) dengan tema Pesantren Sebagai Pusat Gerakan Sosial dan Kultural, Jum'at (19/10) di kantor setempat.

Menurut Fairuz Abadi, peran pesantren tidak hanya sebagai sebuah lembaga yang lahir jauh sebelum Kemerdekaan. Tetapi terus berkembang mengikuti jaman. Dari rahim pesantren terlahir masyarakat hebat. 

"Pesantren lahir jauh sebelum kemerdekaan dengan terus berkembang. Pesantren mencetak kader-kader hebat disemua lini kehidupan, ada yang menjadi seorang Presiden, menteri, ekonom, politikus dan orang hebat lainnya," jelas pria yang pernah nyantri di Ponpes Darrul Falah Pagutan Mataram.

Pemprov. NTB dengan kepemimpinan Doktor Zulkieflimansyah-Hj. Rohmi akan memasukan peran pesantren dalam RPJM Daerah. Sehingga kegiatan OPD akan disisipi program tentang pemberdayaan pesantren.

Ada dua peran pesantren yang lebih di utamakan dalam kehidupan masyarakat NTB. Dua bidang sektor tersebut adalah bidang ekonomi dan bidang kesehatan.

Pengembangan bidang ekonomi, memaksimalkan peran pondok pesanten dalam membangun ekonomi santri dan masyarakat sekitar. Termasuk perannya dalam ikut mengembangkan destinasi pariwisata.

"Daerah NTB memiliki destinasi wisata, ini peluang bagi kita untuk menggali potensi ekonomi. Peran penguatan ekonomi diharapkan akan lahir kelompok sadar wisata (Pordarwis) berbasis pondok pesantren," kata Fairuz.

Wilayah NTB masuk daerah rawan bencana termasuk masyarakat pesantren masuk diwilayah tersebut. Sebagai pewujudan bidang kesehatan maka pesantren tanggap bencana solusi untuk masyarakat di lingkaran pesantren.

"Kalau di Kominfo mulai tahun ini, ada program untuk pesantren. bagaimana pesantren memberdayakan santrinya memanfaatkan teknologi informasi sebagai media dakwah tajuknya Pesantren Ramah IT," jelas Sekdis.

 

Baca Juga :


Diskusi dengan mengusung tema Pesantren Sebagai Pusat Gerakan Sosial dan Kultural, semakin menarik dengan disandingkan pembicara yang bersentuhan langsung dengan dunia pesantren.

Salahsatu pembicara dari Akademisi,  Drs. Fahrurrozi Dahlan, MA menjabat Sekertaris PW NW NTB ini menilai Pemerintah harus serius melihat peran dan pemberdayaan pesantren.

"Orientasi kekinian pesantren tidak hanya berbicara kajian klasik, tapi harus berubah pada pusat sosial ekonomi dan kesejahteraan,ini yang serius kita pikirkan,"kata  Fahrurrozi Dahlan.

Pimpinan pondok Pesantren Darul Hikmah, Kampung Naga Tanak Beak Narmada Khalilurrahman, M. Ag mengatakan bahwa FGD ini bertepatan dengan Hari Santri Nasional  22 Oktober. Jadi perjuangan para santri dan kiyai pengasuh Pesantren dalam membangun bangsa ini dianggap berperan besar. 

Khalilurrahman, M. Ag juga menyoroti image pesantren yang tertinggal. Sebenarnya image ini salah. "Pesantren sudah jauh lebih maju dan berkembang, cuma peran pemerintah untuk memaksimalkan kembali fungsi dan keberdayaan pesantren," ungkapnya.

Mewakili pemerintah, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kementerian Agama NTB  H. Jalalussayuthi, Ss., M. Pd. mengakui bahwa perhatian pemerintah belum maksimal terhadap keberadaan pesantren.
"Namun peran Pemda untuk memaksimalkan dan memberdayakan keberadaan pesantren cukup penting demi kemajuan ke arah yang lebih baik lagi,program gubernur baru untuk pesantren ini mari kita sambut "ungkap Jalalussayuthi.


Keberadaan pondok pesantren harus terus dimaksimalkan keberadaannya. Sehingga moment hari Santri Nasional berpusat di Bandung menjadi langkah semangat kita memajukan pesantren.


FGD ini merumuskan 2 agenda yaitu bidang Ekonomi dan Kesehatan. Hasil ini menjadi rekomendasi untuk  Pemerintah dalam mensinergikan dan mendukung NTB Gemilang. (Edy)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan