logoblog

Cari

Tutup Iklan

BMKG Gelar Sosialisasi Penerapan Prakiraan Berbasis Dampak

BMKG Gelar Sosialisasi Penerapan Prakiraan Berbasis Dampak

(KM.Sarangge)  Banyaknya jenis bencana yang terjadi di Indonesia menjadikan Indonesia mendapat julukan "supermarket" bencana. Demikian ungkap narasumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi,

Pelayanan Publik

KM. Sarangge
Oleh KM. Sarangge
09 Oktober, 2018 08:50:15
Pelayanan Publik
Komentar: 0
Dibaca: 2907 Kali

(KM.Sarangge)  Banyaknya jenis bencana yang terjadi di Indonesia menjadikan Indonesia mendapat julukan "supermarket" bencana. Demikian ungkap narasumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat Yuli Kartikaningsih, M. Si. Untuk mengantisipasi dampak yang terjadi akibat beragam bencana tersebut, Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Jumat (5/10) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Penerapan Impact Based Forecast (prakiraan cuaca berbasis dampak) bersama dengan stakeholder di kantor instansi tersebut.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Satria Topan Permadi S.Si dihadapan 23 peserta yang berasal dari BPBD, Diskominfostik, Orari, MDMC, media massa dan beberapa instansi mitra BMKG tersebut memaparkan bahwa BMKG berupaya memberikan informasi cuaca sebaik mungkin supaya bermanfaat. "Para pemangku kepentingan diharapkan belajar dari pengalaman menghadapi bencana banjir bandang yang terjadi pada tahun 2016 lalu. "Sosialisasi ditujukan agar mudah-mudahan bisa membangun sistem yang lebih kuat dalam menghadapi bencana atau mengurangi dampak bencana". Narasumber dari BMKG Pusat Yuli Kartikaningsih, M. Si dalam pemaparannya mengatakan pertemuan ditujukan untuk menyamakan persepsi dengan para stakeholder terkait informasi prakiraan cuaca.

Sekitar 70 persen bencana yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh gejala "hidrometeorologi" atau yang berhubungan dengan air. "Dampaknya menunjukkan peningkatan aspek korban jiwa dan kerugian material yang juga berdampak pada perlambatan ekonomi". Karena itu, "seiring perkembangan teknologi, BMKG dituntut untuk memberikan informasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan beragam pengguna". Terangnya. Prakiraan berbasis dampak dibutuhkan mengingat secara alamiah dari keberagaman kebutuhan pengguna, dimana pengguna membutuhkan informasi lebih lanjut tentang dampak yang ditimbulkan dari suatu fenomena hidrometeorologi. Disamping itu, "informasi cuaca hanya sebagai salah satu masukan dalam proses pengambilan keputusan. Agar informasi cuaca menjadi sebuah informasi kunci". Tandasnya.(alan)

 

Baca Juga :




 
KM. Sarangge

KM. Sarangge

Pelopor Kampung Media di Kota Bima. Menyuguhkan Informasi Kampung Yang Tak Kampungan. Ketua Komunitas Dedy Kurniawan.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan