logoblog

Cari

Tutup Iklan

Simulasi Tanggap Darurat Korban Tenggelam

Simulasi Tanggap Darurat Korban Tenggelam

Sumbawa Barat. Diskominfo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengadakan Simulasi Tanggap Darurat Penyelamatan dan Evakuasi Korban

Pelayanan Publik

Feryal Mukmin Pertama
Oleh Feryal Mukmin Pertama
27 Juli, 2018 17:56:41
Pelayanan Publik
Komentar: 0
Dibaca: 3978 Kali

Sumbawa Barat. Diskominfo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengadakan Simulasi Tanggap Darurat Penyelamatan dan Evakuasi Korban Tenggelam di muara sungai pantai Poto Batu, Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Sebanyak 31 anggota Satuan Tugas TIm Reaksi Cepat (Satgas TRC) terjun dalam simulasi yang digelar pada pukul 10.00 WITA, Kamis (26/7).



Simulasi tersebut diskenariokan dengan adanya perahu yang tenggelam, lalu ada dua orang korban dalam kejadian tersebut yang akan diselamatkan oleh tim satgas reaksi cepat BPBD KSB. Begitu mendapat kabar tentang bencana tersebut tim Satgas Reaksi Cepat langsung bergerak ke lokasi kejadian dengan menggunakan dua unit mobil operasional BPBD yang masing-masing mengangkut anggota satgas dan mengangkut satu unit perahu karet penyelamat. Tiba dilokasi kejadian, tim reaksi cepat dibawah komando instruktur dari TNI langsung menyelamatkan dan mengevakuasi korban yang berada di tengah sungai dengan cepat dan sigap. Satgas Tim Reaksi Cepat yang dimiliki oleh BPBD KSB ini adalah satu-satunya tim Satgas yang dimiliki oleh Kabupaten se-Indonesia.



"Simulasi tentang kebencanaan baik itu bencana di darat maupun di air tetap kami lakukan setiap tahunnya sejak tahun 2014 lalu. Simulasi ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kapasitas anggota Satgas TRC yang merupakan ujung tombak Tim Reaksi Cepat di KSB". Ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BNPB KSB, Hendra Adiwinata, S.Pd., saat mendampingi para Satgas dilapangan.



Hendra juga mengatakan bahwa satu peleton anggota satgas yang berjumlah 31 orang yang dimiliki oleh BPBD saat ini belum mencukupi jumlah anggota bencana yang ada di KSB. Satgas BPBD KSB hanya memiliki regu penolong, regu pencarian dan regu evakuasi, sementara regu yang mengurusi logistik dan dapur umum belum ada. "Regu logistik dan dapur umum ini juga sangat penting, kami telah meminta penambahan peleton pada tahun 2017 lalu tapi hingga saat ini belum ada penambahan". Ucapnya.



Kendala yang masih dirasakan oleh BPBD sejauh ini adalah minimnya peralatan yang menunjang kinerja para anggota dalam melakukan penyelamatan. Beberapa peralatan-peralatan yang ada telah mulai mengalami kerusakan pada setiap tahunnya karena itu butuh pengadaan peralatan baru. Pada saat ini BPBD KSB hanya memiliki satu perahu karet. Pihak BPBD juga telah meminta bantuan peralatan kepada BNPB Provinsi dan kepada BNPB pusat. "Kami hanya bisa menganggarkan peralatan-peralatan yang kecil saja, untuk peralatan yang harganya mahal seperti perahu karet dan tenda kami meminta bantuan kepada pusat", tuturnya.



Pelaksanaan simulasi yang diadakan selama dua hari ini melibatkan TNI sebagai instruktur yaitu satu dari Koramil dan satu dari anggota Kodim 1628/Sumbawa Barat. Dua hari anggota Satgas BPBD mendapat pelatihan tentang kedisiplinan, respek dan cara menghadapi sebuah bencana dalam situasi apapun.

 

Baca Juga :




Seorang instruktur dari Kodim 1628/Sumbawa Barat, Serka Wira Jaya., yang menjadi instruktur dalam simulasi tersebut mengajarkan kepada para satgas untuk menghadapi bencana pada sikon apapun. "Kami mencoba simulasi ini juga pada malam hari, tujuannya untuk melatih ketahanan dari para anggota satgas ini sehingga nantinya tahan terhadap sikon apapun di lapangan."katanya.



Kami melatih anggota Satgas ini, lanjut wira, dengan kedisiplinan karena ini tim reaksi cepat yang harus benar-benar solid karena bencana ini kita tidak tau kapan dan dimana akan terjadi. Dalam simulasi ini instruktur memfokuskan melatih ketangkasan dan kecepatan, serta menanamkan kayakinan agar para anggota bisa mengetahui tugas dan fungsi perorangan.



"Perkembangan dari rekan-rekan Satgas ini menunjukan peningkatan dan semangat, kami hanya mengarahkan saja, dan harapan kami agar kegiatan ini terus berlanjut  dan ditingkatkan agar para anggota satgas ini mengetahui tugas dan fungsi mereka pada saat menghadapi kejadian yang sebenarnya". Tuturnya. Diskominfo Sumbawa Barat/Feryal/tifa/rangga.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan