logoblog

Cari

Pergantian Jembatan Untuk Keselamatan, Antisipasi Mudik

Pergantian Jembatan Untuk Keselamatan, Antisipasi Mudik

Sumbawa Barat. Kominfo - Antrian Panjang terjadi di gerbang pelabuhan Poto Tano sejak dini hari kemarin, antrian tersebut mencapai kurang lebih

Pelayanan Publik

Feryal Mukmin Pertama
Oleh Feryal Mukmin Pertama
31 Mei, 2018 14:43:25
Pelayanan Publik
Komentar: 0
Dibaca: 13175 Kali

Sumbawa Barat. Kominfo - Antrian Panjang terjadi di gerbang pelabuhan Poto Tano sejak dini hari kemarin, antrian tersebut mencapai kurang lebih 2 kilometer. Antrian ini disebabkan oleh penutupan salah satu dermaga yang ada di Pelabuhan tersebut yang sedang dalam perbaikan dan pergantian jembatan, hal ini juga menyebabkan antrian kapal yang akan menyandar di dua pelabuhan tersebut.

Seorang supir truk yang berasal dari Lombok, Jalaluddin (48), Ia mengeluhkan kemacetan tersebut. “Seharusnya pihak ASDP tidak membongkar jembatan saat kepadatan arus seperti saat ini, karena kami terhambat, tapi kemacetan di pelabuhan Poto Tano masih sedikit dibanding kemacetan di pelabuhan kayangan, semoga ini akan segera bisa ditangani.”ucapnya. Kamis (31/5).

Hal yang sama dikatakan oleh Arif (38), masyarakat poto tano. Ia juga mengakui adanya kemacetan panjang sejak kemarin. “Antrean dari gerbang pelabuhan sampai simpang tiga Kemutar Telu terjadi sejak kemarin malam,” tuturnya.

Sementara itu, staf teknis ASDP pelabuhan Poto Tano, Slamet Febrianto menjelaskan, kemacetan tersebut terjadi karena adanya penutupan satu dermaga oleh pihak ASDP, karena dermaga tersebut dalam tahap pergantian dan peningkatan kapasitas. Jika dilihat dari fisik visualnya, jembatan dermaga yang sudah berumur lebih dari 10 tahun ini sudah tidak mungkin untuk dioperasikan, jika tidak segera ditindak lanjuti maka akibatnya akan fatal bagi pengguna jasa penyeberangan.

“Jangan sampai masyarakat menilai dan melihat dari satu sisi saja, mau tidak mau kondisinya memang seperti ini, pengajuan sudah terjadi jauh-jauh hari sebelumnya. Pihak ASDP maunya sih pembokaran jembatan tersebut dilakukan setelah hari raya, tapi Secara tekhnis kami menjelaskan ini diliat juga dari sisi usia jembatan dermaga yang sudah tidak layak untuk digunakan.” Jelasnya.

 

Baca Juga :


Menurut Febry, hal ini juga disebabkan terbenturnya musim panen yang molor hingga bulan Mei, banyak truk pengangkut hasil panen sehingga volume kendaraan khususnya truck mengalami peningkatan, bertepatan juga dengan adanya penutupan dermaga, itulah yang menyebabkan kemacetan.

“Jembatan tersebut sudah tidak layak dioperasikan, kita juga melakukan pembenahan untuk skala peningkatan kapasitas dari 40 ton menjadi 60 ton. jika ASDP memaksakan pengoperasian jembatan tersebut sampai ramadan usai, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal yang tidak diinginkan, apalagi nanti  peningkatan volume kendaraan pada mudik lebaran akan terjadi. “ini demi keselamatan, Jangan sampai ketika kita paksakan mengoperasikan jembatan ini dan terjadi trouble atau terjadi sesuatu nanti pada saat padatnya mudik lebaran maka akan menambah masalah yang lebih besar.” Jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa regulasi pergantian jembatan adalah diusulkan oleh ASDP cabang Kayangan ke Pusat untuk segera ditindak lanjuti melalui tahap-tahap kaji ulang dan pelelangan. Penutupan pelabuhan tersebut hanya akan dilakukan dalam beberapa hari kedepan, target ASDP dalam pengerjaan pergantian jembatan ini akan rampung 10 hari lagi, sehingga pada saat melonjaknya arus mudik nanti dermaga sudah baik dan bisa digunakan untuk kelancaran arus mudik lebaran dengan kapasitas yang lebih besar. [Kominfo Sumbawa Barat/Feryal/tifa]



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan