logoblog

Cari

Tutup Iklan

DPD Organda Hearing ke Diskominfotik NTB

DPD Organda Hearing ke Diskominfotik NTB

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Provinsi NTB, pengusaha taxi dan travel yang beroperasi di Pulau Lombok menemui

Pelayanan Publik

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
22 Februari, 2018 14:29:19
Pelayanan Publik
Komentar: 0
Dibaca: 1921 Kali

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Provinsi NTB, pengusaha taxi dan travel yang beroperasi di Pulau Lombok menemui Kepala Dinas Kominfotik NTB untuk sharing dan diskusi tentang transportasi online, Kamis (22/2) di ruang rapat utama.

Kehadiran mereka di sambut dengan hangat oleh Kapala Dinas Kominfotik NTB Tri Budiprayitno dan Kabid IKP, Abel Samsul Hatuina. 

Dalam pertemuan itu, Ketua DPD Organda NTB, Antonius Zalemba, SH, menjelaskan bahwa kedatangannya beserta pengurus Organda dan pengusaha angkutan darat konvensional untuk menyampaikan permasalahan yang ada dilapangan selama ini.  

Beberapa permasalahan yang ada selama ini dipaparkan oleh Antonius dalam sesi diskusi ini, antara lain kehadiran angkutan darat berupa taxi online, tidak taatnya taxi online mengikuti Permenhub. Padahal secara resmi telah ada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. 

"Keberadaan taxi online yang begitu mendominasi sebagai angkutan darat dan dinikmati oleh publik saat ini menjadi permasalahan tersendiri, apalagi mereka tidak mengikuti aturan yang telah ditetapkan,"tegas Antonius.

Lebih lanjut, Ketua Organda NTB mewakili para pengurus dan pengusaha angkutan darat ingin mengetahui sejauh mana dan dimana peran Dinas Kominfotik NTB yang berada di daerah menanggapi permasalah ini.

"Apakah Diskominfotik menangani dalam pemblokiran aplikasinya atau membatasi ijin pengusaha taxi online mengurus ijin," tanya Antonius.

Menjawab pertanyaan dan paparan dari Ketua DPD Organda NTB, Kadis Kominfotik NTB, Tribudi Prayitno menjelaskan bahwa Dinas Kominfotik yang dipimpinnya mempunyai wewenang yang pasif dalam hal ini.

Selanjutnya lebih tegas Kadis Kominfotik menjelaskan bahwa secara tupoksi dinas Kominfotik tidak ada wewenangnya. "Secara tupoksi tidak ada kewenangan kami terkait pemblokiran aplikasi atau memberhentikan aplikasi online, kewenagan tersebut ada di pusat, kami sudah mengkomunikasikan hal ini dengan Bapak Menteri Kominfo Rudiantara saat memperingati HPN di Padang," ujar Kadis Kominfotik NTB.

 

Baca Juga :


Walaupun tidak ada wewenangnya, Dinas Kominfotik NTB tetap membantu akan memfasilitasi dalam hal registrasi  aplikasi dan meningkatkan  komunikasi lanjutan terkait hal itu dengan dinas perhubungan dan kementerian terkait. 

Dinamika diskusi yang berjalan dalam keramahan dan kehangatan ini, para pengusaha taxi konvensional dan travel memaparkan berbagai permasalahan dan akibat yang akan ditimbulkan apabila pemerintah tidak segera menangani permasalahan ini.

Salah satu pengusaha taxi konvensional Kotama, H.Lalu Amirudin menegaskan bahwa terkait Permenhub 108 tahun 2017, bila angkutan darat taxi online ini mengikuti aturan dan menempel stiker yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Provinsi maka akan di lindungi dan membela mereka.

"Kalau taxi online mengikuti Permenhub 108 dan menempel stiker dari Dishub, kami akan terdepan menjaga dan melindungi mereka," ujar Amirudin di amini pengusaha taxi konvensional lainnya.

Mewakili DPD Organda NTB,  Antonius berharap kedepan yang belum memenuhi Peraturan Pemerintah (PM) 108 untuk memenuhi persyaratan sesuai aturan yang ada secara bersama-sama.

"Dengan mematuhi aturan dan mentaati semua ketentuan maka kondisi NTB aman dan kondusif tidak ada permasakahan di lapangan. Kita berharap dan tetap menjaga nama baik daerah kita," ajak Ketua Organda ini.

Usai diskusi dan silaturahmi tersebut pengusaha Taxi Konvensional seperti  Rangga Taxi, Blue Bird, Kotama, Lombok Taxi, Trevel dan Taxi online Uber mengharapkan Dinas Kominfotik tetap menfasilitasi untuk mendampingi solusi permasalahan ini. (Edy dan Iksan)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan