logoblog

Cari

Tutup Iklan

Data Unseless Dapat Berakibat Fatal Jika Dijadikan Bahan Perencanaan

Data Unseless Dapat Berakibat Fatal Jika Dijadikan Bahan Perencanaan

Mataram INMAS,_Terjadinya kesulitan masyarakat untuk mengakses data Kementerian Agama yang disebabkan oleh pengaksesan ke banyak alamat yang mengakibatkan terjadinya tumpn tindih

Pelayanan Publik

KM. RENGGANIS
Oleh KM. RENGGANIS
01 Desember, 2017 18:01:16
Pelayanan Publik
Komentar: 0
Dibaca: 2584 Kali

Mataram INMAS,_Terjadinya kesulitan masyarakat untuk mengakses data Kementerian Agama yang disebabkan oleh pengaksesan ke banyak alamat yang mengakibatkan terjadinya tumpn tindih data yang tidak seragam, menjadikan Informasi dan Hubungan Masyarakat (Inmas) Kementerian Agama RI mencoba untuk membangun pusat data yang berbentuk Aplikasi dan disebut dengan “E-Data”.

Langkah awal dilakukan Inmas Kemenag RI adalah turunnya Tim E-Data ke Daerah-Daerah seluruh Indonesia dalam mensosialisasikan Aplikasi E-Data, dengan tujuan untuk menyeragamkan data khususnya data di Kementerian Agama, termasuk di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat pada hari ini (Kamis, 30-11-2017) kepada operator data di masing-masing Bidang yang ada dibekali Aplikasi E-Data dalam wujud menyambut kebijakan Pemerintah tentang Layanan Satu Data (One Data).

Menurut H. Wildan Tim E-Data Inmas Kementerian Agama RI mengatakan bahwa Integrasi data yang dimaksud adalah penyatuan data yang ada di system masing-masing unit dengan cara menarik data dari semua system tersebut secara otomatis manakala terjadi proses update data di system yang ada di masing-masing unit, “Didalam roadmapnya, pusat data ini dibangun secara bertahap hingga pada tahun 2019 nanti diharapkan seluruh data di Kementerian Agama sudah terintegrasi” tegasnya.

“Hasil dari integrase data ini akan ditampilkan di dalam dashboard berbasis web yang dipasang linknya pada portal Kementerian Agama (kemenag.go.id), sehingga untuk mengakses data Kementerian Agama, masyarakat cukup mengakses portal Kementerian Agama karena data-data Kementerian Agama ada di portal ini” tambah Wildan dalam pemaparan sosialisasi aplikasinya.

 

Baca Juga :


Yang lebih penting bagi operator Daerah adalah agar mewaspadai tantangan yang timbul dalam membangun pusat data ini, seperti agar data di Kementerian Agama terintegrasi seluruhnya, maka operator Daerah harus memiliki system yang handal, demikian juga seberapa jauh kekuatan unit kerja dalam melakukan pengumpulan data hingga mencapai 100%, dan hal yang tidak kalah pentingnya adalah tikat akurasi data, seperti harus ada Data Quality Control dalam memastikan keakuratan data, “Ketidak akutaran data menjadikan system secanggih apapun menjadi unseless dan dapat berakibat fatal jika dijadikan dasar penyusunan bahan perencanaan” tegas Wildan menutup penyampaian materinya. LA []



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan