logoblog

Cari

Tutup Iklan

Penyebab Anak Tidak Memiliki Akta Kelahiran.

Penyebab Anak Tidak Memiliki Akta Kelahiran.

JW – Anyar -- “Pemerintah desa sudah berusaha semaksimal mungkin untuk  Cakupan akta kelahiran ,namun  yang menjadi kendala terbesar ialah,Masih banyaknya  warga

Pelayanan Publik

miftahul hafiz
Oleh miftahul hafiz
27 Oktober, 2017 17:20:52
Pelayanan Publik
Komentar: 0
Dibaca: 17637 Kali

JW – Anyar -- “Pemerintah desa sudah berusaha semaksimal mungkin untuk  Cakupan akta kelahiran ,namun 
yang menjadi kendala terbesar ialah,Masih banyaknya  warga kita yang menikah lebih dari 
satu kali”

Dalam rangka menurunkan angka  anak tidak  memiliki akta kelahiran Berbagai upaya  telah  dilakukan  oleh Pemerintah Desa Anyar,selain Berkerjasama dengan Dinas Dukcapil KLU,Pemdespun
 melakukan kerjasama   dengan Lembaga  Perlindungan Anak (LPA - NTB),namun dalam perjalanannya,usaha tersebut  belum juga mendapatkan hasil yang sesuai dengan hajatan,yakni menurunnya  angka  anak tidak  memiliki  identitas hukum   (Akta Kelahiran) .sampai saat inipun kita masih menemukan  anak – anak tanpa akta kelahiran dibeberapa dusun didesa Anyar .  Hal tersebut terkendala oleh warga yang kerap kawin – cerai dan tidak memiliki akta nikah. sementara,salah satu syarat terpenting untuk mengurus Akta kelahiran ialah Mempunyai  Akta  Nikah Sebagai bukti perkawinan yang sah menurut agama dan hukum.  

 Menanggapi hal tersebut , Kepala Desa Anyar Ritanom SH mengaku sangat prihatin  dengan  kondisi  ini, sebab hal  tersebut memicu terjadinya angka  Anak- anak dianyar tanpa akta kelahiran ,terlebih saat  musim Masuk sekolah,banyak anak- anak yang harus menunda  untuk masuk sekolah lantaran  tidak memiliki akta kelahiran.

Hadirnya solusi menggunakan STPJM ( Surat Pertanggung Jawaban Mutlak) pun belum membuat masyarakat bernafas lega,asbab,STJAM 
hanya bisa berlaku apabila ada pihak yang bersedia bersaksi atas pernikahan pasanagan yang akan membuat STPJM. 
“dari desa sudah menyiapkan STPJM juga untuk warga,namun kadangkala tidak ada yang bisa memamfaatkannya meskipun kami tetap sosialisasikan ,dikarenakan tidak ada yang mau menjadi saksi atas pernikahan mereka,dan rata- rata yang menggunakan STPJM adalah mereka yang  menikah Dibawah tahun  2010 dan itupun juga untuk pernikahan pertama” ujar Ritanom .

 

Baca Juga :


 Kades Anyar Menyebutkan ,meskipun LPA NTB  sering Melaksanakan YANDU (pelayanan Terpadu) Istbat Nikah ,namun belum juga bisa merangkul   masyarakat seluruhnya,karna yandu  yang dilaksanakan hanya melayani pengIstbatan   Untuk Pasangan suami - istri dari pernikahan pertamanya, sementara untuk pernikahan  kedua dan ketiga belum ada titk temunya,Meskipun uoaya  mendatangkan pengadilan agama, istbat nikah untuk pasangan bukan pernikahan pertamnya belum dapat terlaksana.
“nah,ini letak sulitnya kita ,Pelayanan  terpada yang dialkuakan LPA dan Memboyong pengadilan agama  hanya melakukan istbat untuk  pernikahan pertama   saja,nah jika berbicara mengenai pernikahan pertama sih tidak ada
 masalah,karna mereka masih  berstatus suami istri,hanya saja  mungkin dulunya belum sempat mengurus Akta Nikah Pasca  akad Nikah,beda 
dengan pernikahan kedua,ketiga dan selanjutnya agak susah,dikarenakan ,mereka harus Istbat nikah dulu,baru Istbat Cerai” 
 lanjut Ritanom.

Ia berharap,kedepan,pemerintah dapat menganggarkan untuk melaksanakan Istbat Nikah Dan cerai,agar dapat mengakomodir  warganya yang belum memiliki akta kelahiran meskipun menikah berulang kali. (Sri yuniarti)



 
miftahul hafiz

miftahul hafiz

Lulusan smk jurusan tehnik menkanik otomotif pada tahun 2008 Dan menjadi penyiar radio komunitas primadona fm sampai saat ini. kontak : 082 340 084 281 (WA,IMO) facebook : hafidz zahrack

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan