logoblog

Cari

Tutup Iklan

Cara Pengolahan Tanah Pada Tanaman Jagung

Cara Pengolahan Tanah Pada Tanaman Jagung

 PENGOLAHAN  TANAH PADA TANAMAN JAGUNG 1) Persiapan Dilakukan dengan cara membalik tanah dan memecah bongkah tanah agar diperoleh tanah yang gembur untuk memperbaiki

Pelayanan Publik

Nurdin
Oleh Nurdin
31 Agustus, 2015 22:07:20
Pelayanan Publik
Komentar: 0
Dibaca: 263028 Kali

 PENGOLAHAN  TANAH PADA TANAMAN JAGUNG

1) Persiapan

Dilakukan dengan cara membalik tanah dan memecah bongkah tanah agar diperoleh tanah yang gembur untuk

memperbaiki aerasi. Tanah yang akan ditanami (calon tempat barisan tanaman) dicangkul sedalam 15-20 cm,

kemudian diratakan. Tanah yang keras memerlukan pengolahan yang lebih banyak. Pertama-tama tanah

dicangkul/dibajak lalu dihaluskan dan diratakan.

2) Pembukaan Lahan

Pengolahan lahan diawali dengan membersihkan lahan dari sisa sisa tanaman sebelumnya. Bila perlu sisa

tanaman yang cukup banyak dibakar, abunya dikembalikan ke dalam tanah, kemudian dilanjutkan dengan

pencangkulan dan pengolahan tanah dengan bajak.

3) Pembentukan Bedengan

Setelah tanah diolah, setiap 3 meter dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. Lebar saluran 25-30 cm

dengan kedalaman 20 cm. Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek.

4) Pengapuran

Di daerah dengan pH kurang dari 5, tanah harus dikapur. Jumlah kapur yang diberikan berkisar antara 1-3 ton

yang diberikan tiap 2-3 tahun. Pemberian dilakukan dengan cara menyebar kapur secara merata atau pada

barisan tanaman,

CARA PENANAMAN 

Pada jarak tanam 75 x 25 cm setiap lubang ditanam satu tanaman. Dapat juga digunakan jarak tanam 75 x 50

cm, setiap lubang ditanam dua tanaman. Tanaman ini tidak dapat tumbuh dengan baik pada saat air kurang atau

saat air berlebihan. Pada waktu musim penghujan atau waktu musim hujan hampir berakhir, benih jagung ini

dapat ditanam. Tetapi air hendaknya cukup tersedia selama pertumbuhan tanaman jagung. Pada saat penanaman

sebaiknya tanah dalam keadaan lembab dan tidak tergenang. Apabila tanah kering, perlu diairi dahulu, kecuali

bila diduga 1-2 hari lagi hujan akan turun. Pembuatan lubang tanaman  dan penanaman biasanya memerlukan 4

orang (2 orang membuat lubang, 1 orang memasukkan benih, 1 orang lagi memasukkan pupuk dasar dan

menutup lubang). Jumlah benih yang dimasukkan per lubang tergantung yang dikehendaki, bila dikehendaki 2

tanaman per lubang maka benih yang dimasukkan 3 biji per lubang, bila dikehendaki 1 tanaman per lubang,

maka benih yang dimasukkan 2 butir benih per lubang.

Di lahan sawah irigasi, jagung biasanya ditanam pada musim kemarau. Di sawah tadah hujan, ditanam pada

akhir musim hujan. Di lahan kering ditanam pada awal musim hujan dan akhir musim hujan.

PERSIAPAN BIBIT DAN BENIH JAGUNG

Pemilihan benih

Benih jagung bersari bebasa dapat di produksi sendiri oleh petani. Untuk itu diperlukan langkah-langkah

sebagai berikut :

* Benih diambil dari tanaman tongkol yang baik dan sehat

* Tongkol berumur tua, ukurannya besar, dan kelobot menutup rapat sampai ke ujung tongkol

* Bentuk tongkol bulat panjang, barisan biji lurus, dan warna biji seragam

* Dari tongkol-tongkol yang terpilih, biji yang diambil adalah biji dari 2/3 bagian tengah tongkol, 1/6 ujung dan

1/6 pangkal tidak dipilih, biji-biji yang diambil adalah biji-biji yang sama besar bentuknya dan sehat

* Biji-biji yang yang terpilih siap dijadikan benih dengan syarat daya kecambah benih 90 %, kadar air 12-14 %,

murni (tidah tercampur dengan benih varietas lain), sehat (bebas dari serangan hama dan penyakit), bainh bebas

dari kotoran, tidak rusak, dan (seragam ukuran , bentuk dan warna biji)

Kebutuhan benih

Kebutuhan benih jagung persatuan luas dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu;

 

Baca Juga :


* Jarak tanam

* Jarak benih per lubang

* Kesuburan tanah

* Daya kecambah

* Berat benih

Kebutuhan benih jagung berkisar 20-40 kg/ha

Perlakuan benih

Untuk mencegah serangan lalat bibit (Atherigona exigua Stein) perlu dilakukan seed treatment dengan

insektisida karbosulfon. Dosis yang digunakna 2,5 gr karbosulfon untuk 1 kg benih jagung. Cara pemberiannya

adalah, campurkan karbonsulfon dengan sedikit air, kemudian campur merata dengan benih jagung. 

PERAWATAN DAN PEMUPUKAN HINGGA PANEN :

Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman meliputi penyiangan (sanitasi), pembumbunan, pengaturan drinase dan aerasi. Pengturan

aerasi sangat penting untuk memperlancar aliran udara yang masuk dan keluar ke petakan tanamn agar terhindar

dari serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur atau busuk pelepah (Rhizoctonia sp). Pertumbuhan jagung

akan lebih baik apabila tidak terjadi persaingan dengan gulma dalam mendapatkan unsur hara, terutama pada

fase pertumbuhan awal. Penyiangan pertama dapat dilakukan pada umur 10 – 15 HST dan penyiangan kedua

dilakukan pada umur 20 – 30 HST.

Pemupukan

1.Semprotkan 4 tutup/tangki 14Lt setelah tanah diolah, biarkan kurang lebih 7hari.

2.Semprotkan 4 tutup/tangki 14Lt sehari sebelum penanaman.

3.Setelah penanaman semprotkan 4tutup/tangki 14Lt  interval 3 hari  sebanyak 3 kali penyemprotan

4.Semprotkan 4 tutup/tangki 14 Lt interval 7 hari hingga panen. 

Pengendalian HPT

Hasil jagung dipengaruhi oleh keberadaan hama penyakit di lapangan. Hama yang sering mengganggu tanaman

jagung adalah penggerek batang, lalat bibit, yang disebut hama utama. Sedangkan beberapa hama lain seperti

penggerek daun, belalang, penggerek tongkol dan kutu daun disebut hama kedua. Penyakit yang paling penting

yang menyerang tanaman jagung selain Bulai (Corn Downy mildew), adalah penyakit hawar daun, busuk

pelepah, penyakit karat, bercak daun, busuk tongkol dan busuk batang.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk penanggulangan hama dan penyakit pada tanaman jagung adalah

sebagai berikut:

Penanaman varietan yang toleran terhadap hama/penyakit utama

Pemusnahan tanaman yang sakit

Pengaturan pola tanam

Penggunaan fungisida cukup efektif untuk mencegah perkembangan penyakit bulai

Panen dan Pasca Panen

Jagung pipilan kering sudah siap dipanen apabila telah terbentuknya lapisan hitam di ujung biji dan kulit

tongkol (klobot) sudah mengering. Jika tidak segera dikonsumsi atau dijual, maka sebaiknya jagung dipanen

bersama klobotnya agar biji tidak mudah rusak dan dapat disimpan selama 3 – 4 bulan. Pada saat panen kadar

air harus dalam kondisi yang rendah yaitu 14 – 15%. Bila kadar air tinggi 17 -20% menyebabkan  terjadinya

susut hasil besar. Hal ini ada kaitannya dengan hama yang ada di tempat penyimpanan. () -05



 
Nurdin

Nurdin

Perbaikan Tak Akan Datang Dalam Satu Loncatan Besar, Tetapi Dengan Langkah Kecil Yang Berkesenambungan

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan