logoblog

Cari

Langkah Menuju Transparansi

Langkah Menuju Transparansi

KM. Sukamulia – Transparansi adalah hal yang sangat diidam-idamkan oleh segenap penduduk nusantara sebab ahir-ahir ini banyak sekali pihak yang melakukan

Pelayanan Publik

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
15 April, 2015 15:23:37
Pelayanan Publik
Komentar: 0
Dibaca: 14358 Kali

KM. Sukamulia – Transparansi adalah hal yang sangat diidam-idamkan oleh segenap penduduk nusantara sebab ahir-ahir ini banyak sekali pihak yang melakukan penyelewengan, terutama dalam masalah pengelolaan dana. Tidak jarang kita mendengar, menonton ataupun membaca berita tengang penyelewengan penggunaan dana, baik itu dana pemerintah ataupun dana bantuan social dan pendidikan. Hal itulah yang menyebabkan Negara ini gonjang ganjing dan dinilai buruk oleh bangsa lain. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah berusaha untuk menerapkan prinsip transparansi dalam masalah penyaluran berbagai jenis dana bantuan, termsuk dalam penyaluran Bantuan Bea Siswa Miskin (BSM).

Pemerintah Indonesia telah menyiapkan anggaran untuk memacu perkembangan segenap aspek kehidupan masyarakat Indonesia melalui pemberian Dana Bantuan Sosial, termasuk pemberian dana bantuan dalam bidang pendidikan yang berupa Dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS), DAK Pendidikan, dan Beasiswa Miskin. Namun selama ini banyak ditemukan penyelewengan dan manipulasi dalam penyaluran dan pengelolaan dana-dana itu. Tidak hanya di dalam bidang pendidikan, bantuan dana pengembangan ekonomi kreatif dan bantuan-bantuan lainnya kerap dijadikan sebagai ladang korupsi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Untuk meminimalisir penyewengan itu maka pemerintah membuat kebijakan supaya pencairan dana itu dilakukan dengan penuh ketelitian dan memerlukan pengawalan dan serta pengawasan yang berkesinambungan. Itulah sebabnya kami membagikan BSM secara langsung dengan mendatangi sekolah-sekolah dan bertemu langsung dengan penerima BSM, papar Bahrudin (petugas Bank NTB –KLU) saat menyampaikan sambutannya di depan wali murid penerima BSM MTs. Maraqitta’limat Lenggorong.

Apa yang dikatakan oleh Bahrudin memang benar adanya, penyelewengan juga kerap terjadi dalam dunia pendidikan, terutama dalam masalah manupulasi data siswa sebab siswa adalah sumber pendapatan sekolah. Besar kecilnya dana yang diterima sekolah/madrasah, tergantung dari junlah muridnya. Tidak jarang pengelola sekolah yang sengaja memanipulasi data supaya mereka mendapatkan dana yang banyak, termasuk dalam masalah penerima BSM. Terkadang pengelola sekolah/madrasah sengaja membuat penerima BSM piktif sehingga dana yang diterima dari data piktif itu nantinya akan masuk ke kantong pengelola sekolah untuk menambah dana pengelolaan sekolah dan sebagainya.

Hal semacam ini juga tidak jarang terjadi pada instansi-instansi lainnya sebab itulah pemerintah sangat berhati-hati dalam mencairkan dana bantuan pada saat-saat ini. Salah satu caranya yang ditempuh oleh pemerintah untuk meminimalisir penyelewengan itu adalah dengan merubah sistim pencairan dana, termasuk dalam pencairan BSM. Sebelumnya BSM dicairkan oleh kepala sekolah/madrasah dan bendaharanya dengan mengajukan SK Penerima BSM, Potocopy KTP dan SK Kepala dan Bendahara Sekolah/Madrasah, dan Surat Kuasa Penarikan Uang. Pencairan BSM engan cara ini memberikan peluang kepada pengelola sekolah/madrasah untuk menyelewengkan dana itu dan tidak jarang ditemukan BSM tidak bisa diterima oleh siswa penerimanya sebab uang mereka dibekukan oleh pengelola sekolah.

Untuk mengatasi permasalahan itu maka pemerintah merubah system pencairan BSM, dimana saat ini pencairan BSM dilakukan di masing-masing sekolah/madrasah, petugas bank yang langsung mengunjungi madrasah dan di sana mereka memeriksa kelengkapan data penerima BSM. Setelah diteliti dan kelengkapannya betul-betul sesuai, barulah petugas bank berani memberikan bantuan itu kepada siswa penerimanya yang didampingi oleh wali/orang tua mereka. Apabila terdapat ketimpangan pada data yang diajukan oleh pengelola sekolah maka bantuan untuk data-data yang dianggap bermasalah itu tidak dicairkan (dikembalikan ke kas Negara). Nah ini baru namanya transparansi, dengan sistem ini pihak pengelola sekolah memiliki peluang yang sangat kecil untuk memanifulasi data yang ujungnya dalah penyelewengan dana.

 

Baca Juga :


Bukan hanya BSM, dana-dana bantuan lainnya juga dicairkan dengan cara seperti ini. Sekarang pihak penerima dana harus bertemu langsung dengan pihak penyalur dana (pihak bank). Untuk pencairan dana bantuan seperti ini, kami dituntut untuk melaksanakannya dengan teliti sebab ini merupakan langkah awal menuju transparansi di negeri ini, tegas Baharduin ketika hendak mengahiri sambutannya.

Setrategi semacam ini kiranya cukup berpengaruh terhadap keterlaksanaan transparansi dalam pengelolaan dana, sehingga angka korupsi di tanah yang kita cintai ini akan berkurang. Semoga saja program pemerintah ini bisa berjalan dengan baik dan marilah kita mulai menuju transparansi di dalam pengelolaan dana pada instansi-instansi yang kita kelola sebab pemerintah memberikan bantuan kepada kita dengan tujuan yang mulia, yaitu supaya bangsa ini terbebas dari kemiskinan dan ketertinggalan. Hanya saja, kita kadang-kadang terlalu terlena dan rakus ketika diberikan bantuan oleh pemerintah. Marilah kita gunakan bantuan yang diberikan pemerintah itu sesuai dengan sasarannya dan sesungguhnya pemeribtah memberikan bantuan kepada kita supaya kita memberdayakan diri dengan bantuan itu, bukan untuk menambah gaya ataupun berhura-hura. [] - 05

_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan