logoblog

Cari

Urgensi Pembagian BLT di Pohgading Timur

Urgensi Pembagian BLT di Pohgading Timur

KM. Sukamulia – Gaji rakyat cair lagi, begitulah rumor yang diucapkan oleh warga Desa Pohgading Timur yang beranteri menunggu gantian untuk

Pelayanan Publik

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
14 April, 2015 21:39:23
Pelayanan Publik
Komentar: 0
Dibaca: 25635 Kali

KM. Sukamulia – Gaji rakyat cair lagi, begitulah rumor yang diucapkan oleh warga Desa Pohgading Timur yang beranteri menunggu gantian untuk menerima Dana BLT yang akan dibagikan oleh petugas (Pemerintah Desa Pohgading Timur). Rumor ini juga diucapkan oleh warga yang tidak mendapatkan bantuan itu. Banyak hal yang penulis dapatkan setelah nimberung di tengah-tengah kerumunan warga yang anteri menunggu gentian dipanggil untuk menerima Dana BLT, termasuk tentang baiknya pelayanan Pemerintah Desa Pohgading Timur dalam pembagian BLT periode ini.

Senin tanggal 13 April 2015, Pemerintah Desa Pohgading Timur membagikan Dana BLT kepada masyarakat yang tercacat di dalam daftar penerima bantuan itu. Sejak pukul 08.00 Wita, calon penerima BLT berbondong-bondong mendatangi Kantor Desa Pohgading Timur dengan wajah cemas-cemas bahagia. Calon penerima BLT dilayani dengan baik oleh petugas pencairan dana BLT yang dalam hal ini dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Pohgading Timur besrta jajarannya.

Setiap calon penerima BLT, datang dan menyerahkan Kartu Penerima BLT, photocopy KK dan photocopy KTP penerima kepada petugas yang duduk di depan pintu utama Kantor Desa Pohgading Timur. Setelah menyerahkan berkas, petugas memeriksa kelengkapan berkas masing-masing calon penerima dan jika berkasna lengkap maka mereka dipersilahkan untuk anteri di sekitar halaman kantor desa, sedangkan yang belum lengkap berkasnya dipersilahkan untuk melengkapi.

Calon penerima anteri dengan berbagai kondisi, mereka mencari tempat teduh, ada yang duduk di bawah tembok halaman, ada yang duduk di teras, ada yang berdiri tegak di halaman, banyak pula yang mondar mandir tidak sabaran sebab petugas tidak menyediakan kursi anterian bagi mereka. Setelah namanya dipanggil oleh juru panggil yang dalam hal ini diampu oleh Kepala Desa Pohgading Timur (Ahir Yasin, SH) maka calon penerima berhak masuk ke dalam ruang aula kantor desa dan disana mereka berhubungan dengan petugas bank yang mengendalikan masalah keuangan.

Satu persatu calon penerima BLT dipanggil untuk mengambil gajinya yang telah disiapkan oleh petugas. Kebahagian tergambar pada setiap penerima yang keluar dari aula kantor desa, mereka berjalan dengan tenang dan tidak lupa menghadiahkan senyuman kepada Bapak Kepala Desa yang duduk sambil memegang micropon di depan pintu masuk ruang aula. Bagaimana tidak, mereka keluar mengantongi gaji duduk-duduk selama 6 bulan yang berjumlah Rp. 600.000.

Penulis menyaksikan pemandangan yang begitu mengesankan, di setiap pojok Kantor Desa Pohgading Timur, calon penerima BLT berkumpul dengan kelompok masing-masing. Mereka sibuk dengan pembicaraan tentang gaji mereka. Melihat hal itu penulis penasaran, apa sic yang dibicarakan oleh orang-orang itu ? demikianlah segelumit pertanyaan yang terbersit dalam benak penulis. Untuk menjawab pertanyaan itu maka penulis nimberung dari satu kelompok anterian ke kelompok anterian lainnya.

Setelah nimberung, penulis mendapatkan beragam informasi terkait dengan sisi lain pencairan gaji rakyat (BLT) ini. Berikut ini penulis ceritakan beberapa cerita yang terkait dengan sisi lain pencairan gaji rakyat itu. Mari kita mulai ceritanya, heheeee.

Cerita pertama: kelompok anterian penerima BLT sibuk bertanya jawab mengenai pantas dan tidak pantas. Beberapa orang penerima BLT menyatakan bahwa mereka kebingungan melihat penerima BLT sebab banyak diantara penerima BLT adalah orang-orang mampu sedangkan di kampung mereka masih banyak orang-orang tidak mampu yang lebih berhak untuk menerima bantuan itu namun mereka tidak mendapatkannya. “apakah ini kesalahan Pemerintah Desa ketika melakukan pendataan dan pengususlan calon penerima BLT ataukah memang ada indikasi nepotisme, namun setidaknya hal ini perlu dikerocek lagi supaya orang-orang yang lebih berhak tidak merasa dikafiri”, kata beberapa orang calon penerima BLT yang anteri di depan gerbang Kantor Desa Pohgading Timur.

Cerita kedua: kelompok anterian yang berkumpul di sekitar teras kantor desa lain lagi, mereka sibuk bertanya jawab tentang penggunaan uang. Setelah menerima BLT, mereka menggunakannya untuk apa, begitulah pertanyaan yang terucap dari bibir beberapa orang calon penerima. Untuk mendapatkan informasi yang lebih valid maka penulis bertanya langsung kepda beberapa orang diantara mereka. Beragam jawaban yang penulis dapatkan. Ada yang menjawab akan menggunakan uang ini untuk membeli kebutuhan rumah tangga, ada yang menjawab akan menggunakan uang itu untuk membeli roman (jerami) yang nantinya akan digunakan sebagai cover pada lahan pertanian tembakau. Ada yang menjawa akan menggunakan uang itu untuk membelikan anaknya kue ulang tahun. Ada yang mengatakan akan menggunakan uang itu untuk soping. Ada pula yang memberi jawaban, akan menggunakan uang itu untuk membelikan anaknya handpone. Ada lagi yang menjawab akan menggunakan uang itu untuk melunasi tonggakan SPP anak-anaknya dan banyak lagi jawaban lainnya. Heheee maklumlah kelompok yang ini sebagian besarnya adalah ibu-ibu.

 

Baca Juga :


Cerita ketiga: kelompok anterian yang duduk manis di bawah pagar halaman kantor desa lain lagi, mereka sibuk membicarakan mengenai enaknya menjadi penerima BLT. Entah bercanda atau serius yang jelas banyak diantara mereka mengaku sangat bahagia sebagai penerima BLT sebab tanpa berlelah-lelah mereka diberikan gaji oleh pemerintah, “kalau BLT tetap kita terima maka kita tidak perlu susah-suah untuk memaska diri bekerja keras sebab setiap bulannya pemerintah telah menyiapkan gaji untuk kita, apalagi jiak jumlahnya ditambah maka kita akan semakin senang menjadi rakyat Indonesia, rumor beberapa orang calon penerima BLT sambil senyam senyum menatap penulis dan calon penerima lainnya, maklumlah kelompok ini sebagian besar adalah laki-laki yang sudah berusia senja.

Cerita keempat: penulis mencoba mengorek informasi dari beberapa calon penerima BLT yang mondar mandir di sekitar halaman kantor desa. Ketikan penulis melontarkan pertanyaan, bagaimana pendapat anada terhadap penerimaan bantuan ini ? “tentunya kami sangat bersyukur dan bahagia atas penerimaan bantuan ini. Tanpa bekerja kami memperoleh gaji dari pemerintah, jika dibandingkan dengan gaji guru honor maka bantuan ini jauh lebih besar dari gaji mereka”, ujar seorang calon penerima yang mempunyai seorang anak laki-laki yang bekerja sebagai guru honor di salah satu sekolah menengah yang berada di sekitar wilayah Desa Pohgading Timur. Beberapa orang diantaranya juga membenarkan pernyataan tadi sambil melontarkan senyum simpul kepada penulis. Ya maklumlah penuliskan guru honor yang kenyataannya memang tidak jauh beda dengan pernyataan calon penerima BLT tadi. Heheeeeee ada-ada saja orang-orang ini, tapi tidak apa-apa kok, guru honor tidak perlu berkecil hati sebab HONDA (HONor Dri Allah) tidak henti-henti kita terima atas pengabdian kita sebagai guru honor.

Heheeeeee, ternyata pemberian BLT memiliki kesan tersendiri bagi para penerimanya. Ada yang berkeluh kesah, ada yang bersyukur, ada yang ingin menggunakannya untuk ini dan itu dan banyak pula penerima BLT yang ingin mengembangkan sifat bermalas-malasan sebeb tanpa bekerja mereka mendapatkan gaji bulanan dari pemerintah.

Di sisi lain, pencairan BLT periode ini cukup efektif jika dibandingkan dengan pencairan periode sebelumnya. Kali ini masyarakat mengambil gaji mereka di Kantor Desa masing-masing, sedangkan sebelumnya mereka mengambil gaji itu di Kantor Post masing-masing kecamatan. Pembagian yang dilaksanakan di setiap kantor desa memang lebih efektif jika dibandingkan dengan dengan pembagian di Kantor Post. Proses pencairan Dana BLT juga lebih cepat dan teratut. Selain itu, calon penerima yang bermasalah juga dapat menyelesaikan permasalahannya dengan segera dan tanpa prosedur yang berbelit-belit. Hal ini tentunya memberikan kemudahan bagi penerima BLT sebab mereka tidak perlu repot-repot untuk datang ke kantor post yang jaraknya cukup jauh dari kediaman mereka.

Terkait dengan hal ini, beberapa orang penerima BLT menyatakan bahwa mereka sangat senang dengan system pelayanan yang dilkukan oleh Pemerintah Desa Pohgading Timur. Dalam hal ini seorang warga Dusun Sukamulia mengatakan, “kami sangat bersyukur, Dana BLT bisa kami ambil di kantor desa. Selain dekat, pelayanan yang diberikan oleh petugas juga cepat dan bagi calon penerima yang bermasalah bisa dengan segera mengatasi permasalahan yang dihadapinya sehingga uang itu segera diterima. Kami juga sangat bersyukur sebab dengan pengambilan di kantor desa ini mengurangi biaya transportasi kami untuk mencairkan dana ini. Kami berharap untuk tahap-tahap selanjutnya, dana BLT ini bisa kami ambil di kantor desa sebagaimana yang dilaksanakan pada hari ini”, ujar Amaq Ruslan (penerima BLT).

Selain hal itu, penulisa juga menemukan keperdulian Pemerintah Desa Pohgading Timur kepda warganya sebab warga yang tidak datang hingga pukul 12.30 Wita dipanggil oleh pak kadu/pak RT melalui corong masjid dan banyak pula penerima BLT yang dijemput oleh pak kadus dan RT wilayah setempat sehingga pembagian BLT di Kantor Desa Pohgading Timur betul-betul selesai pada pukul 14.45 Wita. Dengan demikian BLT bagi warga Desa Pohgading Timur tuntas dicairkan pada hari ini tanpa ada pungli dari pihak Pemerintah Desa Pohgading Timur. Semua penerima BLT membawa pulang uang sejumlah Rp. 600.000 tanpa dikurangi sepeserpun oleh para petugas. Semoga saja hal ini terus terlaksana di Desa Pohgading Timur dan semoga pula penerima BLT menggunakan uang tersebut untuk kepentingan yang bermanfaat. () - 05

_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan