logoblog

Cari

Ribuan Kamera di Gangnam Smart City

Ribuan Kamera di Gangnam Smart City

Kampung Media di Negeri Ginseng (2) Sebuah ruangan dipenuhi layar monitor. Ada meja dengan 6 layar ada pula 8 layar monitor. Dihadapannya

Pelayanan Publik

fairuz abadi
Oleh fairuz abadi
04 November, 2014 10:08:14
Pelayanan Publik
Komentar: 2
Dibaca: 8637 Kali

Kampung Media di Negeri Ginseng (2)

Sebuah ruangan dipenuhi layar monitor. Ada meja dengan 6 layar ada pula 8 layar monitor. Dihadapannya ada layar monitor besar seukuran 15 meter persegi. Semua monitor memantau kegiatan seluruh warga Gangnam melalui 3500 Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang disetiap sudut dan lorong. Inilah system keamanan berbasis IT.

Distrik Gangnam atau Gangnam-gu adalah satu dari 25 distrik di Korea Selatan yang dipimpin Walikota Shin Yeon Hee dengan luas 39,55 km2 dan dihuni hampir 600 ribu jiwa. Gangnam dianggap sebagai ibukota nasional bidang pendidikan dan merupakan salah satu faktor yang menentukan untuk membuat Gangnam menjadi tujuan paling menarik di Korea Selatan.

Dalam perkembangannya, selama 30 tahun terakhir sejak tahun 1980 telah menerima sebuah reputasi sebagai salah satu daerah yang paling makmur, dinamis, dan berpengaruh baik di Seoul dan Korea Selatan secara keseluruhan. Selain itu tahun 2010,  Gangnam dipercaya sebagai tuan rumah KTT G-20 dan KTT Keamanan Nuklir tahun 2012.

Sebagai daerah bisnis dan kawasan industri, Gangnam merupakan tempat yang nyaman bagi perusahan besar bidang otomotif. Gangnam juga rumah bagi banyak perusahaan yang berhubungan dengan internet dan Tehnologi Informasi. Banyak perusahaan-perusahaan internasional juga mengoperasikan kantor utama di Gangnam, termasuk Google dan IBM. Daerah pemukiman di Gangnam dikenal menjadi rumah bagi sejumlah besar pejabat terpilih dan selebriti.

Menyadari itu pemerintah Gangnam menyiapkan hardware dan software pengawal dan pengontrol keamanan warga yang tinggal disana. Sedikitnya 3500 kamera CCTV menangkap semua aktifitas warga, mulai dari jalan utama hingga lorong sempit. Inilah konsep Gangnam Smart City. Semuanya terhubung melalui jaringan internet.

Tim 9 Top Inovasi Nasional berkesempatan menengok aktifitas pekerja yang memantau kegiatan melalui layar monitor selama 24 jam. Semua peserta terpukau menyaksikan aktifitas pekerja professional yang bukan berasal dari pegawai pemerintah.

“Mereka adalah professional yang dipekerjakan pemerintah Gangnam” Jelas Petugas Gangnam Smart City.

Dijelaskan, pekerja yang mengontrol berjumlah 18 orang. Terbagi menjadi dua tim. yang mengontrol kejahatan dan pelanggaran lalu lintas.

Untuk pengontrol lalu lintas bekerja hingga jam sejak jam 07.00 hingga jam 22.00. sedngkan pengontrol kejahatan selama 24 jam. Seluruh aktifitas warga direkam dan disimpan selama 30 hari, jika tak ada insiden kejahatan maupun pelanggaran lalu lintas, rekaman itu disimpan menjadi dokumen data.

Seorang pekerja bidang pemantauan Lalulintas mengontrol melalui 6 layar monitor, sedangkan kejahatan dikontrol melalui 8 layar monitor. Ruangan itu dipenuhi seratusan lebih layar monitor dan ada satu monitor raksasa sekukuran 15 M2.

 

Baca Juga :


Monitor raksasa itu menampilkan seluruh Kota Gangnam yang diambil melalui satelit. Sedangkan monitor kecil berfungsi untuk mengawasi jalan besar hingga lorong sempit. 

Semua monitor kecil terhubung dengan monitor besar. Gerakan streamingnya sangat lancar dengan kecepatan internet/mbps yang tinggi, sehingga gambar yang tampil seolah sedang menyaksikan sebuah acara siaran langsung.

Penjelasan petugas Gangnam Smart City itu diawali dengan penayangan video yang menggambarkan cara kerja pengamanan. Seorang gadis kecil hilang dengan mudah dijumpai. Ibunya melaporkan ke kantor Gangnam Smart City dan menceritakan lokasi hilang. Dengan serta merta petugas mengklik lokasi awal si gadis berada. Secara otomatis kamera dari cctv akan menampilkan kemana gadis itu berjalan. Polisipun dengan mudah menemukan dan menyerahkan pada ibunya.

Demikian juga dengan seorang pelanggar lalu lintas. Setiap kendaraan bermotor dilengapi dengan GPS (Global Positioning System). Alat ini tak hanya digunakan untuk menemukan lokasi tujuan saja namun untuk kontrol pelanggaran lalu lintas.

Jika sebuah kendaraan melintas di jalur yang bukan lajurnya, maka secara otomatis GPS akan mengirim sinyal ke pusat kendali di Gangnam Smart City dan petugaspun mencatat nomor polisi kemudian surat tilang dikirm ke rumah si pelanggar. Cara ini tidak akan menggangu tujuan pengendara karena kontrolnya pada perilaku pengendara. Pengendara tiba ditujuan, namun  polisi tetap menegakkan aturan. Semoga di Indonesia segera terwujud. [bersambung]

 

 

 

 



 
fairuz abadi

fairuz abadi

kepala kampung media ntb �sampaikan informasi bermanfaat meski satu kalimat� email : fairuz.kampung@gmail.com

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. Fahrurizki

    Fahrurizki

    04 November, 2014

    pengamanan publik (public savety), sehingga membuat rasa aman pada setiap penduduknya, semoga NTB menjadi pelopornya di indonesia


  • KM LENGGE

    KM LENGGE

    04 November, 2014

    CANGGIH PAK......LUAR BIASA KALAU SEPERI ITU, SEGALA AKTIFITAS WARGA TEREKAM.....INI MUNGKIN BENTUK PELAYANAN PUBLIK BAGI MASYARAKATNYA...... INSALLAH NEGARA KITA BISA SEPERTI ITU, ASALKAN SDM DAN KITA PUNYA NIAT MAU BERUBAH KE ARAH YANG LEBIH BAIK....


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan